Senin, 25 Juli 2016

Panduan Skripsi Teknik Informatika Th.2016



BAB I

PENDAHULUAN

1.1.       Pengertian Skripsi
Laporan adalah penulisan hasil penelaahan dari segi teoritis atas pelaksanaan lapangan seorang mahasiswa pada dunia praktis. Sebelum melaksanakan penyusunan skripsi, mahasiswa wajib membuat usulan penelitian. Usulan penelitian yang telah disetujui kemudian dilaksanakan oleh mahasiswa dan hasilnya disusun menjadi Skripsi. Semua kegiatan tersebut ditunjang oleh kemahiran menulis secara ilmiah.
Hasil penelitian tersebut disusun dalam suatu karya ilmiah untuk dipertanggungjawabkan pada akhir pendidikan program strata satu, karya ilmiah inilah yang disebut Skripsi. Dengan demikian Skripsi merupakan karya ilmiah yang disusun berdasarkan hasil penelitian baik di perpustakaan, di lapangan (dunia kerja) atau di laboratorium.
Penelitian tersebut merupakan suatu kegiatan ilmiah yang diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan dengan menggunakan berbagai informasi dan metodologi dalam ilmu yang melingkupinya. Dalam kegiatan tersebut mahasiswa dituntut mengerahkan kemahiran berpikir, bersikap dan bertindak dalam usaha menggali dan mengembangkan pengetahuan yang baru sebagai sumbangsih dalam bidang keahliannya. Selain itu dituntut pula untuk menerapkan kaidah dan etika ilmiah yang berlaku di lingkungan masyarakat ilmiah.

1.2.       Manfaat Skripsi
Pada masa akhir studi untuk program studi strata satu setiap fakultas/jurusan diharuskan melaksanakan penyusunan Skripsi, yang merupakan suatu proses penulisan suatu karya ilmiah. Adapun manfaat akhir dari pelaksanaan Skripsi adalah:
1.        Sebagai salah satu pra-syarat mendapatkan gelar Sarjana.
2.        Merangkum dan mempertegas ilmu yang didapat selama pendidikan.
3.     Mengasah keilmuan dan keprofesionalan mahasiswa dalam mengidentifikasi, memformulasikan, dan meneyelesaikan suatu masalah sesuai dengan bidang keilmuannya.
4.        Bersumbangsih pada ilmu pengetahuan pada bidang keilmuan dari mahasiswa itu sendiri.
5.        Membantu research and developmnet di institusi pendidikan, institusi pemerintahan dan institusi swasta.

1.3.       Persyaratan Penyusunan Skripsi
Mekanisme Program Strata Satu yang dapat mengajukan permohonan penyusunan skripsi adalah mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.      Telah lulus semua mata kuliah atau menyelesaikan mata kuliah minimal 130 sks.
2.      IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 2,79
3.      Tidak mempunyai nilai “D”
4.      Telah menyelesaikan mata kuliah Metode Penelitian dan nilai minimal mata kuliah tersebut adalah ‘C’.
5.      Tidak memiliki nilai ‘D’ pada Mata kuliah kompetensi atau inti.

1.4.       Prosedur Permohonan Penyusunan Skripsi
Permohonan Skripsi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:
1.        Pada akhir semester mahasiswa mendaftar atau mendapatkan mata kuliah Skripsi.
2.        Mengisi Formulir Permohonan Penyusunan Skripsi.
3.        Menyerahkan Formulir Permohonan Penyusunan Skripsi kepada Ketua Jurusan atau Ketua Prodi untuk disetujui dan ditandatangani.
4.        Ketua Jurusan/Prodi menyeleksi usulan judul penelitian berdasarkan beberapa kriteria diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Judul belum pernah dikerjakan oleh mahasiswa yang telah lulus sebelumnya.
b.   Apabila judul tersebut sudah pernah dikerjakan oleh mahasiswa sebelumya namun harus memiliki perbedaan baik itu dari segi topik pembahasan, lokasi tempat penelitian dan atau merupakan pengembangan dari topik pembahasan tersebut.
c.       Topik pembahasan masih dalam ruang lingkup sesuai fakultas/jurusan akademik yang diambil.
d.      Topik pembahasan tidak sama dengan mahasiswa lainnya.
5.    Ketua Jurusan/Prodi/Pihak Kampus membuatkan Surat Pengantar Ijin Penelitian pada instansi yang dituju oleh mahasiswa.
6.    Mahasiswa menyerahkan/mengirimkan Surat Pengantar Ijin Penelitian kepada instansi tempat yang dituju.
7.    Mahasiswa memberikan kepada ketua jurusan/prodi mengenai surat balasan  konfirmasi dari instansi tempat penelitian yang sudah disetujui.
8.        Mahasiswa melaksanakan penelitian maksimal 4 (empat) bulan.
9.        Mahasiswa konsultasi ke Dosen pembimbing dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
10. Selesai penelitian mahasiswa meminta persetujuan Dosen Pembimbing untuk melaksanakan penyusunan Skripsi dan bimbingan.
11.    Menyerahkan 2 (dua) jilid Skripsi  yang telah  ditanda tanganu oleh Dosen pembimbing sebelum pelaksanaan Ujian Sidang Skripsi.



BAB II

TATA CARA PENYUSUNAN SKRIPSI

2.1.       TOPIK UMUM SKRIPSI
Komposisi bobot Skripsi berkisar 70 % teori dan 30% empiris. Dengan demikian penekanan signifikan Skripsi lebih bersifat teoritis praktis daripada empiris.
Topik Skripsi dapat merupakan :
a.       Studi kasus penerapan sebuah teknik umum atau baku
b.  Usulan teknik atau metode baru yang implementasinya ditunjukkan dengan prototipe, analisismodel, simulasi, dan lain-lain.
c.       Analisis sebuah sistem yang ada dan menentukan pos-pos yang perlu diperhatikan, yang menjadi bottle-neck atau masalah yang perlu diefisiensikan, yang perlu diganti sistemnya dan lain-lain.

Judul
Pemilihan judul haruslah bersesuaian ataumerepresentasikan inti permasalahan dan penelitian yang akan dilakukan.

2.2.       PENATAAN SKRIPSI
Tiap Skripsi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
2.2.1.      Bagian Pembuka
a.      Halaman Sampul
Halaman ini merupakan bagian luar penjilidan skripsi yang bahannya karton tebal dilapisi linen warna sesuai dengan ketentuan kampus pusat. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak warna kuning emas, menyatakan dari atas hingga ke bawah :
1)      Tulisan kata “SKRIPSI”
2)      Judul skripsi secara lengkap dan ditulis dengan kapital.
3)      Lambang atau logo kampus.
4)      Maksud dari pengajuan atau penulisan atau penyusunan skripsi
5)      Nama mahasiswa
6)      Nomor induk mahasiswa atau NIMKO
7)      Fakulitas
8)      Jurusan/Prodi
9)      Nama instansi atau nama kampus
10)  Alamat instansi atau kampus (Alamat lengkap, Website, Email, Telp, Fax)
11)  Tahun penyusunan atau penerbitan (Tahun akademik)

Semua huruf dicetak dengan huruf besar dan kapital. Komposisi huruf dan tata letak masing-masing bagian diatur simetris, rapi dan serasi. Pada punggung halaman sampul  dicetak nama penulis dan tahun penulisan gunakan huruf besar atau kapital. Pencetakannya mengikuti cara Anglo-Saxon yaitu dari kiri ke kanan jika punggung skripsi menghadap pembaca dan halaman sampul menghadap keatas.

b.       Halaman Judul
Halaman ini sama tepat dengan halaman sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS warna putih polos dengan tinta warna hitam.
c.       Pedoman Penyusunan Dan Penulisan Judul
1)   Judul merupakan ungkapan singkat dari isi karangan, oleh karenanya harus secara cermat mencerminkan inti pokok yang dibahas dalam penyusunan skripsi.
2)   Bagi pembaca, judul merupakan janji penulis yang harus dipenuhi melalui uraiannya.
3)   Judul jangan terlalu pendek atau panjang, terlalu luas atau sempit dan tidak meragukan.
4)   Judul merupakan kalimat seutuhnya yang tidak berbentuk pertanyaan dan dapat berdiri sendiri tanpa perlu diterangkan lebih lanjut oleh naskah.
5)   Judul hendaknya mempergunakan kata-kata tepat, bersifat netral, logis dan tidak bombastis.
d.      Halaman Persetujuan Dosen Pembimbing (Lihat Lampiran  1.1)
e.       Halaman Persetujuan Team Penguji Skripsi (Lihat Lampiran 1.2)
f.       Berita Acara Ujian Komprehensif/Ujian Sidang (Lihat Lampiran 3)
g.      Halaman Persembahan
Bagi mereka yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang tertentu misalnya orang tua, halaman ini dapat untuk dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Pengisian halaman ini dibatasi dengan kata-kata ataupun kalimat dan tidak dibenarkan untuk menghiasinya dengan gambar.
h.      Halaman Kata Pengantar
Pada dasarnya halaman ini memuat ucapan terima kasih Mahasiswa kepada mereka yang telah membantunya selama penelitian dan penyusunan. Kalimat-kalimat pendek yang terdiri dari beberapa alinea namun tidak boleh lebih dari dua halaman. Judul KATA PENGANTAR diketik simetris di batas atas bidang pengetikan, tanpa pengarisbawahan dan tanpa pembubuhan titik akhir. Diakhir teks dicantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian skripsi diletakan dikanan bawah, yang diikuti kata “Penulis” dibawahnya. Di bagian bawah diketik nomor halaman dengan angka romawi kecil.
i.        Halaman Abstrak
Halaman ini menyajikan intisari skripsi kepada pembaca, yang mencakup :
1)      Latar belakang
2)      Metode yang digunakan
3)      Tujuan penelitian
4)      Hasil yang diperoleh
5)      Kesimpulan utama dan saran yang diajukan
6)      Kata kunci

Jangan sekali-kali mencantumkan informasi ataupun kesimpulan yang tidak dibahas dalam skripsi. Abstrak hendaknya tidak lebih dari 200 kata dan cukup satu lembar halaman terdiri dari sekitar lima alinea, serta tidak menyebutkan acuan.

  j.        Halaman Daftar Isi
Halaman ini memaparkan semua judul bab dan judul sub-bab dalam suatu daftar yang disusun secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab dan rinciannya hanya huruf awalnya diketik dengan huruf besar.
Daftar isi diawali dengan butir KATA PENGANTAR, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN, yang diikuti keterangan halaman masing-masing (dalam angka romawi kecil). Kemudian diikuti rincian bab Bagian Tubuh Skripsi, dan ditutup DAFTAR ACUAN. Tiap judul Bab dan  sub-bab diketik makin ke dalam sesuai tingkatannya.
k.  Halaman Daftar Gambar, Daftar Tabel, dan Daftar Lampiran
Daftar halaman ini memberikan kepada pembaca mengenai petunjuk yang memungkinkan dengan cepat dan tepat mengetahui, baik gambar dan label serta lampiran apa saja yang ada dalam skripsi tersebut serta dihalaman berapa kita dapat melihatnya.
l.    Halaman Daftar Istilah
Daftar ini berisi keterangan istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan (apabila diperlukan) dan diperkirakan perlu diterangkan.

2.2.2.      Bagian Isi/Materi
Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memamparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis serta menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku, dan pengejaannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Indonesia Yang Disempurnakan. Pengindonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pada bagian Isi/Materi terdiri dari :
a.       Bab Pendahuluan
b.      Bab Landasan Teori
c.       Bab Isi
Bagian ini memaparkan hasil penelitian dan mengemukakan pemikiran penulisnya. Hasil pengolahan data statistik dibahas dan dibandingkan dengan hasil atau pendapat peneliti lain di bidang tersebut, yang sumbernya tercantum dalam DAFTAR ACUAN. Setiap hasil penelitian yang ditulis langsung diikuti pembahasan yang berkaitan dengan hasil tersebut. Hasil-hasil yang diperoleh dikaitkan dengan hipotesa yang dikemukakan (Pengujian hipotesa dinyatakan dalam lampiran).
d.      Bab Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan bab terakhir yang memuat semua hasil penelitian secara sistematis. Pada akhir bab tersebut dapat dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan. Misalnya bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut.

2.2.3.      Bagian Akhir
Bagian ini merupakan bagian akhir skripsi yang tidak  ditandai oleh judul bab, namun penomoran halamannya melanjutkan halaman sebelumnya. Bagian akhir skripsi ini terdiri dari empat bagian, yaitu :
a.       Daftar Pustaka
b.      Lampiran
Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata “LAMPIRAN” di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor. Dalam lampiran disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk skripsi, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di bagian isi/materi skripsi.
c.      Tabel
Tabel yang berukuran besar atau banyak jumlahnya yang dirasa menganggu bila dimuat pada bagian tubuh skripsi sebaiknya diletakan pada bagian Tabel. Bagian ini diawali dengan halaman kosong yang di tandai kata “TABEL” di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor. Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data secara jelas dan menyeluruh, disamping memungkinkan perbandingan secara cepat. Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis dan sederhana tanpa dibubuhi data yang tidak relevan.
d.      Gambar (termasuk foto dan grafik)
 Gambar yang dirasa mengganggu jika dimuat pada bagian tubuh skripsi, mungkin karena ukuran atau formatnya tidak sama dengan halaman-halaman yang lain atau karena jumlahnya banyak, sebaiknya diletakkan pada bagian akhir skripsi. Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata GAMBAR di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi nomor halaman. Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto hendaknya dirancang untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks skripsi. Sebaiknya gambar merupakan hasil cetakan dari printer, agar dapat direproduksi dengan jelas dan baik. Dan sebaiknya pula tidak menggunakan gambar ataupun grafik yang dibuat pada kertas milimeter.



BAB III

TEKNIK PENULISAN SKRIPSI

3.1.PERWAJAHAN UMUM
Kertas
a.       Halaman                                          : Kertas HVS warna putih 80 gr.
b.      Halaman penyela antar bab               : Kertas Doorslah warna biru
c.       Cover                                              : - (Keputusan Kampus)
d.      Ukuran                                             : Kwarto (21,5 x 28 cm)
Huruf
a.       Warna
         Isi                                            : Hitam
         Cover                                      : Kuning Emas
b.      Ukuran Huruf                                             
         Umum                                    : 12 – 13 Point
         Judul                                      : Disesuaikan dengan kebutuhan
c.       Jenis Huruf                                      : Formal dan Normal (Time New Roman)
d.      Margin
         Margin Atas                            : 4 cm
         Margin Kiri                             : 4 cm
         Margin Kanan                         : 3 cm
         Margin Bawah                         : 3 cm

3.2.PENGGUNAAN BAHASA
a.    Skripsi ditulis dalam bahasa Indonesia ejaan yang disempurnakan dengan baik dan benar serta mengikuti tata cara formal. Minimal ketebalan Skripsi antara 90-120 halaman (diluar Source program dan lampiran-lampiran)
b.      Bahasa dalam penyusunan skripsi ini adalah bahasa Indonesia yang baku dengan susunan kalimat yang lengkap (ada subjek ada predikat).
c.    Kalimat-kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama atau orang kedua (saya, aku, kami, kita, engkau dan lain-lainnya yang seupa), tetapi dibuat dalam bentuk pasif, misalnya dalam Kata Pengantar, kata ‘Saya’ diganti dengan kata ‘Penulis’.
d.   Istilah yang dipakai adalah istilah Indonesia atau istilah asing yang telah di Indonesiakan. Jika harus atau terpaksa menggunakan istilah asing hendaknya dicetak miring atau digaris bawahi.
e.       Kesalahan yang sering terjadi seperti di bawah ini hendaknya dihindari:
1.      Kata penghubung seperti: dan, sehingga, sedangkan tidak boleh dipakai pada awal kalimat.
2.      Kata depan misalnya: Pada, sering dipakai tidak pada tempatnya, misalnya diletakan di depan subyek.
3.      Kata dimana, dari, daripada, sering dipakai beulang-ulang dengan tidak tepat.
4.      Awalan Ke dan Di  harus bisa dibedakan dari kata depan ke dan di.
5.      Penggunaan tanda baca dan huruf besar sering tidak tepat.

3.3.TEKNIK PENJILIDAN
a.      Teknik Penomoran Halaman
1.      Pada halaman yang memuat judul dari Bab atau Kata Pengantar, Daftar Isi atau Daftar Tabel, nomor halaman tidak dituliskan.
2.   Penomoran sebelum bagian batang tubuh skripsi (BAB I) menggunakan huruf i, ii,iii, dan seterusnya.
3.   Penomoran setelah masuk batang tubuh (BAB I) sampai dengan bagian akhir skripsi (BAB V) menggunakan angka biasa (1, 2, 3, 4, dan seterusnya)
4.      Nomor halaman diletakkan dibagian bawah halaman, di tengah lebar margin dan lebar kolom.
5.   Ketentuan tentang banyaknya halaman adalah dari Bab I sampai dengan Bab V adalah minimal 90-120 halaman, dan setiap Bab harus ada pembatasnya yaitu kertas doorslah warna biru (warna akan disesuaikan dengan ketentuan kampus pusat) dengan memakai logo kampus.


b.      Teknik Pemberian Logo Pada Cover Luar
Diletakkan di bawah judul skripsi dan ditengah-tengah, antara keterangan baris atas nama mahasiswa dan baris judul.
Ukuran Logo                       : Diameter 3cm
Warna                                  : Kuning emas, sama dengan warna huruf
Keterangan                   : Nama lembaga pendidikan, tempat dan tahun kelulusan.
Huruf                          : Time New Roman dalam huruf besar, ukuran disesuaikan
Margin Bawah                     : 6 spasi (2,5 cm)

c.       Teknik Pemberian Logo Pada Cover  Dalam
Sema dengan halaman cover luar, tetapi kalau pada cover dalam dicetak di atas kertas HVS putih biasa sama dengan halaman isi, tinta warna hitam. Antara halaman cover luar dan dalam dibatasi oleh halaman penyela dari kertas doorslah warna biru.

3.4.SISTEM PENOMORAN
BAB I
...............................
1.1.(Judul Sub-Bab)
   ...............................................................................................................
1.1.1.      (Judul Turunan Sub-Bab)
            a.   ....................................................................................................
            b ....................................................................................................             
               1) .................................................................................................
               2) ..................................................................................................
                  a) ................................................................................................
                  c) ................................................................................................
1.1.2.      (Judul Turunan Sub-Bab)
1.2. (Judul Sub-Bab)


3.5.TEKNIK PENULISAN BAB
a.    Kata BAB disela 2 ketukan/enter,  nomornya dalam angka romawi
b.    Judul BAB tersebut diletakan di bawah dengan jarak 2 (dua) spasi.
c.    Kata-kata BAB dan judulnya terletak ditengah kolom dan ditulis dengan huruf besar tanpa menggunakan titik diakhir.
d.   BAB dan Judulnya diketik tebal (bold), tanpa garis bawah (underline) dan huruf miring (Italic).
e.    Nomor pertama sub-bab adalah nomor Bab diikuti nomor sub-bab, yang dipisahkan dengan titik dan diakhiri dengan titik pula.

3.6.TEKNIK PENULISAN SUB-BAB
a.    Nomor diketik di mulai dari Margin Kiri, disusul judul sub-bab dan disela satu ketuk dari titik akhir nomor, ditulis dengan huruf kecil, namun huruf pertama dari setiap kata ditulis dengan huruf besar.
b.    Diketik pada jarak 3 (tiga) spasi dari judul Bab.
c.    Tanpa titik pada akhir judul dan tanpa garis bawah
d.   Nomor dan judul sub-bab diketik tebal (bold)
e.    Judul-judul lain setelah sub-bab tanpa cetak tebal dan tidak perlu digaris bawah.
f.      Jarak antara judul sub-bab dengan uraian 3 (tiga) spasi, jarak antara alinea adalah 2 (dua) spasi.
g.    Penulisan kalimat yang mempunyai nomor urut ditulis rata kiri vertical ke belakang tiap nomor, diketik menjorok ke depan sesuai dengan awal alinea.
h.    Kalimat pertama pada awal tiap bab diketik menjorok ke depan, tetapi setiap kalimat awal sebuah alinea yang lain harus diketik menjorok ke depan 2 (dua) ketuk atau satu tab.

3.7.TEKNIK PEMBUATAN & PENULISAN TABEL/GAMBAR/GRAFIK
a.       Kata “TABEL” atau “GAMBAR” ditulis dengan huruf besar terletak di tengah kolom, diikuti dengan nomor urut tabel atau gambar di belakangnya.
b.      Nomor urut tabel atau gambar adalah nomor ganda yang diawali dengan angka nomor Bab, dipisahkan dan diakhiri dengan titik. Contoh : TABEL 3.1.
c.       Judul tabel atau gambar diketik dengan huruf besar terletak ditengah kolom, dua spasi dibawah tulisan atau kata TABEL dan nomor urut.
d.      Spasi dalam tabel cukup menggunakan 1 (satu) spasi.
e.       Bila dibutuhkan bisa menggunakan huruf dengan ukuran lebih kecil (condensed)
f.         Apabila tabel yang digunakan adalah dari sumber, maka penulisan sumbernya diletakan di bagian kiri bawah

3.8.TEKNIK PENULISAN KUTIPAN
a.       Kutipan yang dimuat harus sama dengan aslinya.
b.      Penggunaan Kutipan dalam bahasa asing baik kalimat maupun kata, harus dibuat dengan huruf miring (miring).
c.       Kalimat pendek yang tidak lebih dari 3 (tiga) baris dimasukan dalam teks diketik biasa dalam tanda petik dua. Contohnya : “.........kalimat.....”
d.      Kutipan yang panjang kalimatnya lebih dari 3 (tiga) baris diketik satu spasi dengan mengosongkan 4 (empat) ketukan dari margin kiri tanpa menggunakan tandak petik dua.
e.       Karena kutipan  diambil dari refrensi yang disebutkan juga dalam daftar pustaka, nama pengarang yaitu sesuai dengan nama pertama yang ditulis dalam daftar pustaka, serta tahun terbitan, titik dua,kemudian diikuti halaman kutipan yang diletakkan dalam kurung. Contohnya :
           HM. Jogiyanto (2012:234) menyatakan bahwa “......mencapai tujuan.”

3.9.TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
1.    Kata DAFTAR PUSTAKA diketik dengan huruf tebal (bold), terletak di tengah kolom pada jarak 9 (sembilan) spasi atau 4 cm dari tepi atas.
2.    Jarak antar tiap pustaka adalah 2 (dua) spasi, sedangkan jarak antar kalimat dalam satu pustaka adalah satu spasi
3.    Penulisan daftar pustaka mencakup : Nama Pengarang, yang disusun menurut abjad, tahun terbitan, judul karanga/buku, nama kota penerbit, nama penerbit.
Semuanya dipisahkan dalam tanda titik. Setiap kata ditulis dengan menggunakan huruf kecil tetapi huruf pertamanya huruf besar kecuali kata penghubung.
4.    Judul karangan/buku dicetak tebal atau digaris bawahi.
5.    Nama pengarang tanpa marga dituliskan biasa saja, tetapi apabila ada nama keluarga/nama marga maka nama keluarga/marga tersebut yang terlebih dahulu ditulis dan berada di depan kemudian koma, baru nama kecilnya.
6.     Titel/gelar akademis pengarang tidak ditulis. Contohnya :
Nasir, Moh. (1999). Metode Penelitian. Jakarta : Gramedia Indonesia
7.    Penulisan baris kedua tersebut dari tiap pustaka hendaknya menjorok ke depan 5 (lima) ketuk.
Kideder Louise.  (1999).  Research Methods Instrument Social Realtion.
              London :McGraw Hill Publishing
8.    Bacaan bersumber dari artikel yang dimuat jurnal, majalan, koran dan lain sebagainya, judulnya cukup ditulis biasa saja, diikuti nama jurnal yang dicetak tebal atau digaris bawahi.
9.     Untuk artikel disebutkan halaman pada jurnal/majalah setelah nomor edisi. Contohnya :
            Feldman, E.C. (2011). The Teacher as Model Critics. Journal of Acsthetical
                            Education. 7,50-60.
            Bernstein, P.A.and D.W. Shipman, D.W. (2014). The Correctness of Consurrency
                            Control Mechanism in a System for Distribted Database.” ACM Trans
                         on Database System, 5.101-110.
            Kuttner, Bob. (2011). The Declining Middle.  Atlantic Monthly July, 115-120.
10.  Penulisan sumber karangan yang ditulis oleh penulis yang sama dengan yang di atasnya cukup dengan membubuhkan garis horizontal sejajar di bawah nama yang telah dicantumkan. Contohnya :
            Indrawati, S. (2014). The Performance or Indonesia State Owned Enterprises.
                                 Unpublished Papaer Presented at World Bank Seminar on Dereg-
                                 ation Jakarta.
            ---------------. (2015). Macro and Micro Adjusment to Sustain High Economic.
                                 Growth. Paper Presented at Indonesia Update. Australia National
                                 University, Canberra.
11.  Juka sumber-sumber yang ditulis pengarang yang sama diterbitkan dalam tahun yang sama, maka data tahun penerbitan diikuti lambang a,b,c yang urutannya ditentukan secara kronologis berdasarkan tanggal atau bulan penerbitan, atau berdasarkan abjad judul karangan masing-masing jika keterangan saat yang tepat penerbitannya tidak diketahui. Contohnya :
            Stewart, GA. (1997a). A Note on The Perturbation of Singular Values. Lin. Alg
                        and Its Appl., 28, 213-218.
            --------------. (1997b). Perturbation Bounds for The Definite Generalized Eigen
                        Problem. J.Inst.Math.Appl., 24, 201-210
12.  Bila pengarang terdiri dari 2 (dua) orang maka kedua nama ditulis sesuai dengan peraturan yang telah disebutkan, namun harus dipisahkan dengan kata ‘dan’ atau ‘and’. Contohnya :
            Boyer, R. and Daniel, D. (1999). State Against Market : The Globalization.
                        London & New York : Routledge.

13.  Apabila pengarang lebih dari 2 (dua) orang maka cukup dituliskan ‘dkk’ atau ‘et al’ setelah pengarang pertama.
14.  Bila sebuah buku dikarang tetapi hanya diedit, maka nomor editordisebutkan seperti biasa. Hanya pada bagian belakang nama dalam kurung ditulis kata ‘Ed’.
15.  Bila ingin mencantumkan salah satu karangan dari kumpulan karangan yang diedit, maka nama pengarang dicetak di depan. Diikuti judul karangan dalam tanda kutip, kemudian tanda kata ‘dalam’ atau ‘In’, dan nama editor yang disertai kata ‘Ed’ dalam kurung, dan di belakangnya barulah judul buku. Untuk model ini harus disertakan halaman karangan tersebut setelah tahun terbitan. Contohnya :
            Saroyan, William. (2015). My Name Is Saroyan Ed. James H. Tasjian
                        New York: Coward-McCann.
 Pengarang tidak dikenal. Jika sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis ataupun editor,maka acuannya menggunakan nama tim penyusun, nama penerbit, ataupun lembaga yang menerbbitkan. Contohnya :
            Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1999). Pedoman Umum Ejaan
                     Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: P.N. Balai Pustaka
            Tim Penelaah Bidang Pengetahuan Alam. (1999). Tinjauan tentang perairan
                     Indonesia bagian Timur untuk mendasari pemilihan lokasi stasiun penelitian
                    Laut. Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
            Anonymaous, M.D.(1997). The Healers. New York: Putnam.
            Time. (2011). Coping with Nature. hal.10-11
16.   Perangkat Lunak Komputer
Jika sumber informasi berupa manual perangkat lunak, maka pencantumannya dalam daftar pustaka dituliskan sebagai berikut:
          Kusmiak, Gene. (2015). Bank Street Writer Perangkat Lunak dan Manual. San
Rafael, CA: Brodenbund,. IBM, 64k, 1.1 or 2.0.
17.  Judul dalam Judul
Jika sumber informasi  berupa karangan ilmiah yang dimuat dalam suatu himpunan karangan, makaacuan mencantumkan nama penulis yang karangannya digunakan, disertai dengan karangan lengkap mengenai himpunan karangan yang menjadi asal acuan tersebut. Contohnya :
            Sukardjo, Atika. (2015). Pengaruh Lingkungan Keluarga Pada Perkembangan
                        Anak. Studi Dalam: Perkembangan Anak di Indonesia, Jakarta: Balai
                       Cipta.
Catatan: Penulisan kata ‘Dalam’ dicetak miring (dengan pengolah kata) dan diikuti tanda baca titik dua
18.  Terjemahan
Jika sumber informasi berupa karya terjemahan, maka pencantumannya dalam daftar acuan dituliskan sebagi berikut. Contohnya:
            Mitchell, A.R. and Griffiths, D.F (2009). Metoda Beda Hingga untuk persamaan
                        Diffrensial Parsial Terjemahan: T. Basaruddin. (2012). Jakata: Pusat Antar
                        Universitas Ilmu Komputer STMIK TrgGuna Utama.
19.  Sumber Pustaka yang tidak diterbitkan. Misalnya Pidato Ilmiah, Skripsi, Makalah, dan lain sebagainya. Maka penulisannya sebagai berikut:
            Yahya. (2015). Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Siswa
                        Baru Di SMA 01 Tangerang. Skripsi Sarjana. Tangerang: STMIK Triguna
                        Utama.
20.  Sumber dari Internet maka penulisannya adalah nama belakang penulis, nama depan. Judul. Judul karya tidak digaris bawahi.
Tersedia: alamat di internet [tinggal akses]
Contohnya:
Rahman, Hadi. 2015. Analisa Sistem Informasi Management. Tersedia: www.jsi.co.id/annual_report/ar2014_08_financialanalysis.pdf

3.10.   TATA NAMA DALAM SISTEM PENGACUAN (Daftar Pustaka)
Sebagaiman tampak dalam contoh di atas, dalam daftar acuan nama penulis dibuat dengan mencantumkan nama keluarga atau nama terakhir terlebih dahulu, diikuti huruf pertama nama kecilnya (initail). Di bawah adalah contoh-contohnya :
1.    Sebutan Sr. (Senior) atau Jr. (Junior) dan urutan keturunan dicantumkan sesudah nama pengarang. Contohnya:
          Talmadge E. King Jr.              Menjadi           King Jr., T.E.
          Ira Raymond Edwars III        Menjadi           Edwars III, I.R.
2.    Nama yang dimulai dengan Mc, St., Ste. diletakan pada urutan nama dengan ejaan Mac, Saint, Sainte,. Contohnya:
          MacMillan, J. [dalam abjad M]           Mendahului     McGuiness, D.
3.    Nama ganda ditulis berdasarkan nama pertamanya. Contohnya:
          Aab-Abdur Rohman               Menjadi           Abdul-Rohman, A.
          Steven-Erik Larson                 Menjadi           Larson,S.-E.
4.    Nama spanyol, yang mencantumkan nama ayah dam ibu dengan penanda positif y dituliskan sebagai berikut:
          Juan Perez y Fernandez          Menjadi           Perez y Fernandez, J.
5.    Nama dengan prefiks dituliskan berdasarkan prefiksnya (biasanya nama Inggris, Italia, Prancis, Spanyol). Contohnya:
          J. E De Vries                           Menjadi           De Vries, J. E.
          M. Du Prada                           Menjadi           Du Prada, M.
          M. JO’Connor                         Menjadi           O’Connor, M.J.
          D. D Van Slyke                      Menjadi           Van Slyke, D.D.
6.    Nama-nama Belgia, Belanda, Jerman, Swedia disusun berdasarkan nama, buka prefiks. Contohnya:
          A. von Bayer                           Menjadi           Bayer, A.von
          H. J. den Hertog                     Menjadi           Hertog, H.J. den
          J. H. van’t Hoff                      Menjadi           Hoff, J.H. van’t
          C. zu Stolberg                         Menjadi           Stolberg, C. zu
7.    Nama Cina ditulis berdasarkan nama keluarga. Contohnya:
          Gan Koen Han                                    Menjadi           Gan, K.H.
          Lie-Injo Luan Eng                  Menjadi           Lie-Injo, L.E.
8.    Nama India(dengan das), Arab, dan yahudi (el, ibn, abdel, ben). Contohnya:
          J. Ben Barak                            Menjadi           Ben Barak, J.
          K. K. Das Gupta                     Menjadi           Das Gupta, K.K.
          A. El Gafar                             Menjadi           El Gafar, A.
          M. Ibn Saud                            Menjadi           Ibn Saud, M.
9.    Nama Indonesia berdasarkan nama keluarga atau yang dianggap sebagai penggantinya. Contohnya:
          M. Lubis                                  Menjadi           Lubis, M.
          N. Sutan Iskandar                   Menjadi           Iskandar, N.St.   [untuk Sutan]
          Boen S. Oemarjati                   Menjadi           Oemarjati, B.S.

3.11.   TATA NAMA UNTUK LAMPIRAN-LAMPIRAN
1.      Bagi setiap lampiran hendaknya di sudut kanan atas dituliskan kata ‘Lampiran’ diikuti dengan nomor lampiran (gunakan nomor 1, 2, 3, dst).
2.      Jarak peletakan kata ‘Lampiran’ tersebut tidak begitu mengikuti karena lampiran bisa berupa fotocopy berkas yang otentik sehingga akan terjadi kesulitan mengatur.
3.      Lampiran yang diketik sendiri harus disesuaikan dengan tata cara penulisan yang disebutkan, tetapi cukup diketik 1 (satu) spasi.
4.      Halaman pada lampiran tidak perlu mengikuti nomor halaman setelah daftar pustaka, tetapi tidak diberi halaman atau memakai nomor halaman sendiri sesuai kebutuhan.





BAB IV

FORMAT PENYUSUANAN SKRIPSI

4.1. BAB I PENDAHULUAN
10% s/d 15% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
 
4.1.1.      Sub-Bab 1.1 Latar Belakang Masalah
Penjelasan Isi Dari Latar Belakang Masalah : Memberikan gambaran atau penjelasan tentang keadaan atau situasi yang mendorong atau menyebabkan timbulnya atau munculnya masalah yang hendak diteliti. Didalamnya termasuk alasan penelitian pengambilan judul tersebut. Pada akhir kalimat harus dijelaskan Skripsi Statment yang merupakan pernyataan hasil penelitian.
4.1.2.      Sub-Bab 1.2. Perumusan Masalah
Penjelasan Isi Dari Perumusan Masalah: Perumusan masalah dapat terdiri dari dua bagian, yaitu :
a.    Permasalahan Pokok dan Perincian Masalah : Permasalahan adalah pernyataan (Problem statement) yang tepat, akurat dan jelas tentang suatu konsep atau hubungan antar konsep yang sesuai dari suatu situasi problematic tertentu yang diungkapkan dalam latar belakang masalah dan dikaitkan dengan objek penelitian.
b.    Rincian permasalahan dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya (Research Quaetion) untuk dicari jawabannya melalui penelitian tersebut.
4.1.3.      Sub-Bab 1.3. Ruang Lingkup dan Batasan Masalah
Penjelasan Isi Dari Ruang Lingkup dan Batasan Masalah: Ruang lingkup penelitian yang memberikan batasan cakupan isi skripsi, dapat bersifat optimal karena batasan tersebut mungkin sudah termuat dalam permasalahan.


4.1.4.      Sub-Bab 1.4. Tujuan Penelitian
Penjelasan Isi Dari Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian harus runtun atau terarah dengan permasalahan maupun persoalan penelitian. Tujuan penelitian merupakan indikasi kearah mana atau informasi apa yang harus dicapai dalam penelitian tersebut. Tujuan penelitian harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang dapat diamati (Obsevable) dan dapat diukur(Measurable)
4.1.5.      Sub-Bab 1.5. Manfaat Penelitaian
a.    Bagi Perusahaan/Organisasi
b.    Bagi Penulis
c.    Bagi Kampus (Alamamater)
Penjelasan Isi Dari Manfaat Penelitian: Manfaat penelitian menguraikan mengapa masalah yang diteliti itu penting, dan apa saja kegunaan hasil dari penelitian itu nantinya, baik bagi si penulis, pengembangan institusi, kepentingan disiplin ilmu pengetahuan maupun masyarakat.
4.1.6.      Sub-Bab 1.6. Metodologi Penelitian
4.1.7.   Sub-Bab 1.6.1. Metode Pengumpulan Data
a.    Observasi
b.    Wawancara
c.    Studi pustaka
4.1.8.  Sub-Bab 1.6.2. Metode Analisa Data
a.    Identifikasi/Perumusan
b.    Mengevaluasi
c.    Kesimpulan
4.1.9.  Sub-Bab 1.6.3. Metode Perancangan
a.    Input design
b.    Output design
c.    Database design
d.   User interface desaign
4.1.10.  Sub-Bab 1.7. Hipotesa (Hasil Yang Diharapkan Apabila Penelitian Yang Dilakukan Bersifat Deskriptif)
4.1.11.  Sub-Bab 1.8. Sistematika Penulisan
Isinya meliputi topik dari bab dan sub-bab yang akan dibahas, terdiri dari :
BAB I      PENDAHULUAN
BAB II     LANDASAN TEORI: Menguraikan landasan atau dasar teori (tinjauan pustaka) terhadap pembahasan dalam penelitian dan penyusunan skripsi.
BAB III   ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
BAB IV   RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN
BAB V    PENUTUP: Bab ini berisi tentang kesimpulan mengenai pembahasan bab-bab terdahulu dan saran-saran yang terkait pokok pembahasan demi pengembangan penulisan atau penelitian.

Catatan : Apabila dianggap perlu dalam BAB I ini dapat ditambahkan dan disebutkan hambatan-hambatan yang dialami selama dan dalam melaksanakan penelitian (Namun harus bersifat logis).

4.2.      BAB II LANDASAN TEORI 
20% s/d 25% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan Isi Dari Landasan Teori: Landasan teori harus  memberikan penjelasan kerangka dasar teori yang kuat terhadap penelitian tersebut, beserta tinjauan hasil-hasil penelitian lain yang pernah dilakukan oleh orang lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Landasan terori disusun berdasarkan kebutuhan untuk menjawab permasalahan atau persoalan yang dalam penelitian. Penalaran terhadap konsep-konsep berserta hubungan antar konsep yang dapat dilihat pada permasalahan maupun persoalan penelitian, yang diuraikan sesuai dengan teori-teori atau hasil-hasil penelitian yang sudah ada sehingga memberikan kerangka pikir yang dapat mengantar kepada kesimpulan sementara berupa dalil-dalil atau hipotesa (untuk hipotesa apabila digunakan).
Dengan demikian dalam landasan teori dapat dimuat :
-   Tinjauan Pustaka : Menjelaskan teori-teori dan hasil-hasil penelitian lain untuk mendukung pemahaman dan penalaran konsep-konsep yang digunakan berserta hubungan-hubungannya.
-   Kerangka Kerja Teori : Menunjukan bagaimana penalaran terhadap konsep-konsep yang digunakan berserta hubungannya sesuai dengan teori.
Gambaran secara umum landasan teori meliputi :
-   Teori Umum: Memberikan penjelasan kerangka dasar teroritis yang kuat terhadap penelitian tersebut. Teori secara umum disusun berdasarkan kebutuhan untuk menjawab permasalahan atau persoalan yang akan diteliti.
-   Teori Secara Khusus: Penalaran terhadap konsep-konsep beserta hubungan antar konsep yang dapat dilihat pada permasalahan atau persoalan dalam penelitian dan diuraikan dengan dasar teori atau hasil penelitian sebelumnya.
4.2.1        Sub-Bab 2.1. Sistem dan Informasi
4.2.2        Sub-Bab 2.1.2. Pengertian Sistem
4.2.3        Sub-Bab 2.1.3. Pengertian Informasi
4.2.4.      Sub-Bab 2.1.4. Pengertian Sistem Informasi
4.2.5.      Sub-Bab 2.2. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
4.2.6.      Sub-Bab 2.3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (Apabila membahas tentang atau yang berhubungan dengan siklus akuntansi/keuangan)
4.2.7.      Sub-Bab 2.4. Pengertian Sistem Pakar (Apabila membahas tentang atau yang berhubungan dengan sistem pakar)
4.2.8.      Sub-Bab 2.5. Analisa Sistem  dan Perancangan Sistem­­
4.2.9.   Sub-Bab 2.5.1 Pengertian Analisa Sistem
4.2.10.   Sub-Bab 2.5.2. Pengertian Perancangan Sistem


4.2.11.   Sub-Bab 2.6. Teori Khusus Dari Masing-Masing Pembahasan/Judul (Misalnya Teori Tentang Penjualan, Pembelian dsb)
4.2.12.   Sub-Bab 2.7. Alat – Alat Perancangan Sistem
4.2.13.   Sub-Bab 2.7.1 Bagan Alir (Flow Chart)
4.2.14.   Sub-Bab 2.7.2. Diagram Alir Data (DAD) / Data Flow Diagram (DFD)
4.2.15.   Sub-Bab 2.8. Kamus Data
4.2.16.   Sub-Bab 2.9. Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship diagram)
4.2.17.   Sub-Bab 2.10. Normalisasi
4.2.18.   Sub-Bab 2.11. Basis Data Atau Database (Pengertian DataBase secara umum)
4.2.19.   Sub-Bab 2.12. Basis Data Atau Database (Teori Khusus Mengenai atau pengertian Database Contohnya Tentang Mengenai atau Teori Microsoft Acces)
4.2.20.   Sub-Bab 2.13. Bagan Terstruktur
4.2.21.   Sub-Bab 2.14. Pengertian Pseudocode
4.2.22.   Sub-Bab 2.15. Teori Khusus Tentang Pembahasan/Software Program Aplikasi Yang Akan Digunakan (Sesuai dengan masing-masing program aplikasi yang digunakan)

4.3.      BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
25% s/d 30% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
4.3.1.      Sub-Bab 3.1. Gambaran Umum atau Sejarah (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
Penjelasan Isi Dari Gambaran Umum atau Sejarah : Berisi tentang sejarah mengenai perkembangan (Perusahaan/Instansi/Lembaga) dari mulai berdiri sampai keadaan sekarang. Apabila terdapat bagian atau entiti lain yang akan menjadi penelitian maka harus diceritakan pula perkembangannya.
4.3.2.      Sub-Bab 3.2. Visi dan Misi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.3.      Sub-Bab 3.2.1 Visi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.4.   Sub-Bab 3.2.2. Misi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.5.  Sub-Bab 3.3. Motto (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.6.  Sub-Bab 3.4. Tujuan ( Perusahaan/Instansi/Lembaga)
Penjelasan Isi Dari Gambaran Visi, Misi,Motto dan Tujuan: Program kegiatan usaha (Baik laba/nirlaba) Harus disesuaikan dengan Visi, Misi, Motto dan Tujuan (Perusahaan/Instansi/Lembaga). Agar Program kegiatan usaha dapat berhasil maka dibentuk tim para ahli pemikir (Management).
4.3.7.      Sub-Bab 3.5. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
4.3.8.      Sub-Bab 3.5.1. Struktur Organisasi ( Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.9.      Sub-Bab 3.5.2. Uraian Tugas (Tugas, Peran, Wewenang, Hak & Kewajiban Setiap Elemen Yang Ada Dalam Struktur Organisasi)
Penjelasan Isi Dari Struktur Organisasi & Uraian Tugas: Struktur organisasi disesuaikan dengan Job Description dengan bidangnya masing-masing.
4.3.10    Sub-Bab 3.6. Tata Laksana Sistem Yang Berjalan
Menguraikan tentang tata laksana sistem yang sedang berjalan mengenai permasalahan yang akan menjadi pembahasan pada penelitian atau penulisan skripsi. Di dalam tata laksana sistem yang sedang berjalan diuraikan pula gambaran secara umum atau rinci semua element yang terkait.
4.3.11.   Sub-Bab 3.7. Bagan Alir (Flowchart) Sistem Yang Berjalan
4.3.12.   Sub-Bab 3.8. Diagram Alir Data (DAD) Sistem Yang Berjalan, Terdiri dari :
a.      Diagram Konteks
b.      Diagram Nol (Overview)
4.3.13.   Sub-Bab 3.9. Masalah Yang Terjadi
4.3.14.   Sub-Bab 3.10. Alternatif Pemecahan Masalah
 
 4.4. BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN

40% s/d 45% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan Isi Dari Rancangan Sistem Yang Diusulkan : Bab ini berisi tentang pembahasan alternatif pemecahan masalah dengan usulan rancangan sistem yang baru.
4.4.1.      Sub-Bab 4.1. Prosedur Sistem (Membahas Secara Rinci Point-Point Rancangan Yang Akan Diusulkan)
4.4.2.      Sub-Bab 4.2. Diagram Alir Data (DAD)
4.4.3.   Sub-Bab 4.2.1. Diagram Konteks
4.4.4.      Sub-Bab 4.2.2. Diagram Nol
4.4.5.   Sub-Bab 4.2.3. Diagram Rinci, Terdiri dari:
a.       Diagram Rinci Proses 1.0
b.      Diagram Rinci Proses 2.0
c.       Diagram Rinci Proses 3.0
d.      Sampai Diagram Rinci Proses Level-n
4.4.6.      Sub-Bab 4.3. Perancangan Sistem Basis Data
4.4.7.  Sub-Bab 4.4. Kamus Data
a.    Kamus Data Aliran Data Masukan (Input)
b.   Kamus Data Aliran Data keluaran (output)
Isi kamus data untuk aliran data masukan dan keluaran  meliputi :
a.         Nama Arus Data     : -
b.        Alias                        : -
c.         Bentuk Data           : -
d.        Arus Data               : -
e.         Volume                   : -
f.                 Penjelasan                   : -
g.        Struktur Data          : -


c.    Kamus Data dari data store
Sedangkan untuk isi kamus data dari data store meliputi :
a.         Nama Arus Data  : -
b.        Alias                     : -
c.         Penjelasan             : -
d.        Struktur Data       : -

4.4.8.  Sub-Bab 4.5. Diagram Hubungan Entitas (ERD)
4.4.9.  Sub-Bab 4.6. Normalisasi
a.    Bentuk Tidak Normal
b.    Bentuk Normal Pertama
c.    Bentuk Normal Kedua
d.   Bentuk Normal Ketiga
e.    Sampai Bentuk Normal Ke-n
4.4.10.   Sub-Bab 4.7. Spesifikasi File
Isi spesifikasi file meliputi :
Nama File                    : -
Organisasi                   : -
Panjang Record           : -
Primary Key                : -
Dan diuraikan kembali dalam bentuk tabel (Seperti contoh berikut atau sesuai dengan menu program aplikasi database yang digunakan)
Nama Field
Type
Panjang
Keterangan





4.4.11.   Sub-Bab 4.8. Transformasi Model Data (Atau Relasi antar data)
4.4.12.   Sub-Bab 4.9. Perancangan Proses (Structure Chart)
4.4.13.   Sub-Bab 4.10 Bagan Terstruktur (Disesuaikan dengan tampilan menu yang dirancang)
1.    Bagan Terstruktur Menu Utama
2.    Bagan Terstruktur Menu File
3.    Bagan Terstruktur Menu Master
4.    Bagan Terstruktur Menu Transaksi
5.    Bagan Terstruktur Menu Laporan
6.    Bagan Terstruktur Menu Utility
4.4.14.   Sub-Bab 4.11. Spesifikasi Proses/Spesifikasi Modul (Pseuducode)
Bagan terstruktur menggambarkan sistem dalam bentuk modul dan sub modul. Modul-modul yang telah di ilustrasikan dalam bagan terstruktur, selanjutnya dijabarkan dalam bentuk pseudecode untuk memudahkan dan mengimplementasikan rancangan modul kedalam bahasa pemograman yang dipilih.

4.4.15.   Sub-Bab 4.12. Rancangan Masukan (Input)
4.4.16.   Sub-Bab 4.13. Rancangan Form/Dokumen/Formulir yang digunakan sebagai input data.
a.    Form/Dokumen Inputan Usulan Penambahan Form/Dokumen (Apabila ada penambahan form/dokumen dari form/dokumen yang sudah ada atau sistem sebelumnya)
b.    Form/Dokumen Inputan Usulan Perubahan Form/Dokumen (Apabila ada perubahan form/dokumen dari form/dokumen yang sudah ada atau sistem sebelumnya)
4.4.17.   Sub-Bab 4.14. Rancangan Layar Input/Desain Tampilan Layar
4.4.18.   Sub-Bab 4.15. Rancangan Keluaran (Output)
4.4.19.   Sub-Bab 4.15.1. Laporan (Tampilan Dalam Bentuk Hardcopy/PrintOut)
4.4.20.   Sub-bab 4.15.2. Data Hasil Olahan Dari Suatu Sistem (Tampilan Output Sistem atau Bentuk yang tampil dilayar)
4.4.21.   Sub-Bab 4.16. Rencana Implementasi
4.4.22.   Sub-Bab 4.16.1 Tata Laksana Sistem yang diusulkan
Menguraikan tentang gambaran bagaimana sistem yang diusulkan bisa berjalan sesuai harapan atau keinginan, serta memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan sistem perngkat yang digunakan, antara lain mengenai rincian :
1. Kebutuhan perangkat keras (Hardware) yang diusulkan atau digunakan.
2. Perangkat Lunak (Software) yang digunakan.
4.4.23.   Sub-Bab 4.16.2. Jadwal Implementasi Sistem
Menerangkan serta menyusun langkah-langkah penjadwalan kegiatan yang akan dilakukan dalam sistem tersebut (Menyusun waktu yang dibutuhkan untuk merancang sebuah sistem yang diusulan atau Jadwal Kegiatan). Mulai dari :
a.    Persiapan Data Awal
b.    Analisis Sistem
c.    Desain Sistem
d.   Pembuatan Program
e.    Mengetes/Testing Program                 
f.     Pembuatan Buku Petunjuk (Manual Book)
g.    Pelatihan
h.    Test Sistem
i.      Peralihan sistem
j.      Evaluasi dan Operasional
k.    Maintenance
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat contoh jadwal implementasi sistem di bawah ini:

4.5.   BAB  V PENUTUP
5% s/d 10% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan Isi Dari Penutup : Dari pembahasan akan mengantar kepada generalisasi hasil penelitian yang secara ringkas dapat disampaikan pada BAB V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dan saran-saran.
4.5.1.      Sub-Bab 5.1. Kesimpulan
Penjelasan Isi Dari Kesimpulan: Pada bagian kesimpulan hanya dijelaskan hasil penelitian yang diperlukan untuk menjawab permasalahan dalam sistem yang diteliti. Suatu kesimpulan harus dinyatakan dengan tegas dan didukung oleh argumentasi serta dasar teoritis dan hasil penelitian-penelitian sebelumnya.
4.5.2.      Saran-Saran
Penjelasan Isi Dari Saran-Saran: Pada bagian saran-saran diungkapkan usulan maupun implikasi yang dapat diambil dari studi yang dilakukan, baik yang berhubungan dengan kelanjutan penelitian (jika dimungkinkan), kebijakan-kebijakan atau khasanah keilmuan yang ada.

 
DAFTAR PUSTAKA
-          Sort by Abjad (Urutan dengan abjad)
-          Tahun Terbit minimal atau tidak melebihi 5 tahun terakhir
Penjelasan Isi Dari Daftar Pustaka :
Semua karangan/dokumen yang diacu atau dikutip dan tercantum dalam badan atau isi skripsi, baik berupa buku-buku, hasil-hasil  penelitian, laporan-laporan, jurnal, artikel dan lain sebagainya harus dilaporan atau ditulis atau dicantumkan secara rinci dalam daftar pustaka.

LAMPIRAN- LAMPIRAN
Berisi :
-          Gambar atau tabel yang sekiranya perlu disimpan dalam lampiran.
-          Koding Program (Source Code) Harus Dilampirkan.

Penjelasan Isi Dari Lampiran-Lampiran: Bahan atau lembaran yang dilampirkan adalah yang benar-benar penting dan berkaitan atau bertalian erat dengan permasalahan pembahasan penelitian (Skripsi) namun tetapi tidak tepat apabila disisipkan di dalam bagian batang tubuh skripsi. Contohnya daftar pertanyaan (kuisioner). Lampiran yang hanya bertujuan untuk mempertebal skripsi tidak diperkenankan. Bila penelitian dilakukan di tempat yang membutuhkan ijin resmi maka salinan dari ijin yang diberikan oleh pihak terkait di masukan sebagai lampiran dari pertanggungjawaban.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar