BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Pengertian
Skripsi
Laporan adalah
penulisan hasil penelaahan dari segi teoritis atas pelaksanaan lapangan seorang
mahasiswa pada dunia praktis. Sebelum melaksanakan penyusunan skripsi,
mahasiswa wajib membuat usulan penelitian. Usulan penelitian yang telah
disetujui kemudian dilaksanakan oleh mahasiswa dan hasilnya disusun menjadi
Skripsi. Semua kegiatan tersebut ditunjang oleh kemahiran menulis secara
ilmiah.
Hasil penelitian
tersebut disusun dalam suatu karya ilmiah untuk dipertanggungjawabkan pada
akhir pendidikan program strata satu, karya ilmiah inilah yang disebut Skripsi.
Dengan demikian Skripsi merupakan karya ilmiah yang disusun berdasarkan hasil
penelitian baik di perpustakaan, di lapangan (dunia kerja) atau di
laboratorium.
Penelitian tersebut
merupakan suatu kegiatan ilmiah yang diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan
dengan menggunakan berbagai informasi dan metodologi dalam ilmu yang
melingkupinya. Dalam kegiatan tersebut mahasiswa dituntut mengerahkan kemahiran
berpikir, bersikap dan bertindak dalam usaha menggali dan mengembangkan
pengetahuan yang baru sebagai sumbangsih dalam bidang keahliannya. Selain itu
dituntut pula untuk menerapkan kaidah dan etika ilmiah yang berlaku di
lingkungan masyarakat ilmiah.
1.2.
Manfaat
Skripsi
Pada
masa akhir studi untuk program studi strata satu setiap fakultas/jurusan
diharuskan melaksanakan penyusunan Skripsi, yang merupakan suatu proses
penulisan suatu karya ilmiah. Adapun manfaat akhir dari pelaksanaan Skripsi
adalah:
1.
Sebagai salah satu pra-syarat
mendapatkan gelar Sarjana.
2.
Merangkum dan mempertegas ilmu yang
didapat selama pendidikan.
3. Mengasah keilmuan dan keprofesionalan
mahasiswa dalam mengidentifikasi, memformulasikan, dan meneyelesaikan suatu
masalah sesuai dengan bidang keilmuannya.
4.
Bersumbangsih pada ilmu pengetahuan pada
bidang keilmuan dari mahasiswa itu sendiri.
5.
Membantu research and developmnet di institusi pendidikan, institusi
pemerintahan dan institusi swasta.
1.3.
Persyaratan
Penyusunan Skripsi
Mekanisme
Program Strata Satu yang dapat mengajukan permohonan penyusunan skripsi adalah
mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1. Telah
lulus semua mata kuliah atau menyelesaikan mata kuliah minimal 130 sks.
2. IPK
(Indeks Prestasi Kumulatif) minimal 2,79
3. Tidak
mempunyai nilai “D”
4. Telah
menyelesaikan mata kuliah Metode Penelitian dan nilai minimal mata kuliah
tersebut adalah ‘C’.
5. Tidak
memiliki nilai ‘D’ pada Mata kuliah kompetensi atau inti.
1.4.
Prosedur
Permohonan Penyusunan Skripsi
Permohonan
Skripsi dilaksanakan melalui prosedur sebagai berikut:
1.
Pada akhir semester mahasiswa mendaftar
atau mendapatkan mata kuliah Skripsi.
2.
Mengisi Formulir Permohonan Penyusunan
Skripsi.
3.
Menyerahkan Formulir Permohonan
Penyusunan Skripsi kepada Ketua Jurusan atau Ketua Prodi untuk disetujui dan
ditandatangani.
4.
Ketua Jurusan/Prodi menyeleksi usulan judul
penelitian berdasarkan beberapa kriteria diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Judul
belum pernah dikerjakan oleh mahasiswa yang telah lulus sebelumnya.
b. Apabila
judul tersebut sudah pernah dikerjakan oleh mahasiswa sebelumya namun harus
memiliki perbedaan baik itu dari segi topik pembahasan, lokasi tempat
penelitian dan atau merupakan pengembangan dari topik pembahasan tersebut.
c. Topik
pembahasan masih dalam ruang lingkup sesuai fakultas/jurusan akademik yang
diambil.
d. Topik
pembahasan tidak sama dengan mahasiswa lainnya.
5.
Ketua Jurusan/Prodi/Pihak Kampus
membuatkan Surat Pengantar Ijin Penelitian pada instansi yang dituju oleh
mahasiswa.
6.
Mahasiswa menyerahkan/mengirimkan Surat
Pengantar Ijin Penelitian kepada instansi tempat yang dituju.
7. Mahasiswa memberikan kepada ketua
jurusan/prodi mengenai surat balasan
konfirmasi dari instansi tempat penelitian yang sudah disetujui.
8.
Mahasiswa melaksanakan penelitian
maksimal 4 (empat) bulan.
9.
Mahasiswa konsultasi ke Dosen pembimbing
dalam jangka waktu yang telah ditentukan.
10. Selesai
penelitian mahasiswa meminta persetujuan Dosen Pembimbing untuk melaksanakan
penyusunan Skripsi dan bimbingan.
11. Menyerahkan
2 (dua) jilid Skripsi yang telah ditanda tanganu oleh Dosen pembimbing sebelum
pelaksanaan Ujian Sidang Skripsi.
BAB II
TATA CARA PENYUSUNAN SKRIPSI
2.1.
TOPIK
UMUM SKRIPSI
Komposisi
bobot Skripsi berkisar 70 % teori dan 30% empiris. Dengan demikian penekanan
signifikan Skripsi lebih bersifat teoritis praktis daripada empiris.
Topik
Skripsi dapat merupakan :
a. Studi
kasus penerapan sebuah teknik umum atau baku
b. Usulan
teknik atau metode baru yang implementasinya ditunjukkan dengan prototipe,
analisismodel, simulasi, dan lain-lain.
c. Analisis
sebuah sistem yang ada dan menentukan pos-pos yang perlu diperhatikan, yang
menjadi bottle-neck atau masalah yang perlu diefisiensikan, yang perlu diganti
sistemnya dan lain-lain.
Judul
Pemilihan judul haruslah bersesuaian
ataumerepresentasikan inti permasalahan dan penelitian yang akan dilakukan.
2.2.
PENATAAN
SKRIPSI
Tiap Skripsi terdiri dari tiga bagian
utama, yaitu :
2.2.1.
Bagian
Pembuka
a.
Halaman
Sampul
Halaman ini merupakan bagian luar
penjilidan skripsi yang bahannya karton tebal dilapisi linen warna sesuai
dengan ketentuan kampus pusat. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta
cetak warna kuning emas, menyatakan dari atas hingga ke bawah :
1) Tulisan
kata “SKRIPSI”
2) Judul
skripsi secara lengkap dan ditulis dengan kapital.
3) Lambang
atau logo kampus.
4) Maksud
dari pengajuan atau penulisan atau penyusunan skripsi
5) Nama
mahasiswa
6) Nomor
induk mahasiswa atau NIMKO
7) Fakulitas
8) Jurusan/Prodi
9) Nama
instansi atau nama kampus
10) Alamat
instansi atau kampus (Alamat lengkap, Website, Email, Telp, Fax)
11) Tahun
penyusunan atau penerbitan (Tahun akademik)
Semua
huruf dicetak dengan huruf besar dan kapital. Komposisi huruf dan tata letak
masing-masing bagian diatur simetris, rapi dan serasi. Pada punggung halaman
sampul dicetak nama penulis dan tahun
penulisan gunakan huruf besar atau kapital. Pencetakannya mengikuti cara
Anglo-Saxon yaitu dari kiri ke kanan jika punggung skripsi menghadap pembaca
dan halaman sampul menghadap keatas.
b.
Halaman Judul
Halaman ini sama tepat dengan halaman
sampul, tetapi dicetak pada kertas HVS warna putih polos dengan tinta warna
hitam.
c.
Pedoman
Penyusunan Dan Penulisan Judul
1) Judul
merupakan ungkapan singkat dari isi karangan, oleh karenanya harus secara
cermat mencerminkan inti pokok yang dibahas dalam penyusunan skripsi.
2) Bagi
pembaca, judul merupakan janji penulis yang harus dipenuhi melalui uraiannya.
3) Judul
jangan terlalu pendek atau panjang, terlalu luas atau sempit dan tidak
meragukan.
4) Judul
merupakan kalimat seutuhnya yang tidak berbentuk pertanyaan dan dapat berdiri
sendiri tanpa perlu diterangkan lebih lanjut oleh naskah.
5) Judul
hendaknya mempergunakan kata-kata tepat, bersifat netral, logis dan tidak
bombastis.
d.
Halaman
Persetujuan Dosen Pembimbing (Lihat Lampiran 1.1)
e.
Halaman
Persetujuan Team Penguji Skripsi (Lihat Lampiran 1.2)
f.
Berita
Acara Ujian Komprehensif/Ujian Sidang (Lihat Lampiran 3)
g.
Halaman
Persembahan
Bagi mereka yang ingin mempersembahkan
karyanya kepada orang tertentu misalnya orang tua, halaman ini dapat untuk
dimanfaatkan untuk tujuan tersebut. Pengisian halaman ini dibatasi dengan
kata-kata ataupun kalimat dan tidak dibenarkan untuk menghiasinya dengan
gambar.
h.
Halaman
Kata Pengantar
Pada dasarnya halaman ini memuat ucapan
terima kasih Mahasiswa kepada mereka yang telah membantunya selama penelitian
dan penyusunan. Kalimat-kalimat pendek yang terdiri dari beberapa alinea namun
tidak boleh lebih dari dua halaman. Judul KATA PENGANTAR diketik simetris di
batas atas bidang pengetikan, tanpa pengarisbawahan dan tanpa pembubuhan titik
akhir. Diakhir teks dicantumkan tempat, bulan dan tahun penyelesaian skripsi
diletakan dikanan bawah, yang diikuti kata “Penulis” dibawahnya. Di bagian
bawah diketik nomor halaman dengan angka romawi kecil.
i.
Halaman
Abstrak
Halaman ini menyajikan intisari skripsi
kepada pembaca, yang mencakup :
1) Latar
belakang
2) Metode
yang digunakan
3) Tujuan
penelitian
4) Hasil
yang diperoleh
5) Kesimpulan
utama dan saran yang diajukan
6) Kata
kunci
Jangan
sekali-kali mencantumkan informasi ataupun kesimpulan yang tidak dibahas dalam
skripsi. Abstrak hendaknya tidak lebih dari 200 kata dan cukup satu lembar
halaman terdiri dari sekitar lima alinea, serta tidak menyebutkan acuan.
j.
Halaman
Daftar Isi
Halaman ini memaparkan semua judul bab
dan judul sub-bab dalam suatu daftar yang disusun secara vertikal. Semua judul
bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab dan rinciannya hanya huruf
awalnya diketik dengan huruf besar.
Daftar isi diawali dengan butir KATA
PENGANTAR, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR TABEL, DAFTAR LAMPIRAN,
yang diikuti keterangan halaman masing-masing (dalam angka romawi kecil).
Kemudian diikuti rincian bab Bagian Tubuh Skripsi, dan ditutup DAFTAR ACUAN.
Tiap judul Bab dan sub-bab diketik makin
ke dalam sesuai tingkatannya.
k.
Halaman
Daftar Gambar, Daftar Tabel, dan Daftar Lampiran
Daftar halaman ini memberikan kepada
pembaca mengenai petunjuk yang memungkinkan dengan cepat dan tepat mengetahui,
baik gambar dan label serta lampiran apa saja yang ada dalam skripsi tersebut
serta dihalaman berapa kita dapat melihatnya.
l.
Halaman
Daftar Istilah
Daftar ini berisi keterangan
istilah-istilah yang digunakan dalam penulisan (apabila diperlukan) dan
diperkirakan perlu diterangkan.
2.2.2.
Bagian
Isi/Materi
Dalam bagian ini tercantum teks yang
secara ilmiah memamparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang
diperoleh dari penelitian tersebut. Penyajiannya lugas dan sistematis serta
menggunakan bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku, dan
pengejaannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Indonesia Yang Disempurnakan.
Pengindonesiaan istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan
ragam bahasa baku mengikuti Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pada bagian
Isi/Materi terdiri dari :
a. Bab
Pendahuluan
b. Bab
Landasan Teori
c. Bab
Isi
Bagian ini memaparkan hasil penelitian
dan mengemukakan pemikiran penulisnya. Hasil pengolahan data statistik dibahas
dan dibandingkan dengan hasil atau pendapat peneliti lain di bidang tersebut,
yang sumbernya tercantum dalam DAFTAR ACUAN. Setiap hasil penelitian yang
ditulis langsung diikuti pembahasan yang berkaitan dengan hasil tersebut.
Hasil-hasil yang diperoleh dikaitkan dengan hipotesa yang dikemukakan
(Pengujian hipotesa dinyatakan dalam lampiran).
d. Bab
Kesimpulan dan Saran
Bab ini merupakan bab terakhir yang
memuat semua hasil penelitian secara sistematis. Pada akhir bab tersebut dapat
dikemukakan saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan.
Misalnya bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut.
2.2.3.
Bagian
Akhir
Bagian ini merupakan bagian akhir
skripsi yang tidak ditandai oleh judul
bab, namun penomoran halamannya melanjutkan halaman sebelumnya. Bagian akhir
skripsi ini terdiri dari empat bagian, yaitu :
a. Daftar
Pustaka
b. Lampiran
Bagian ini diawali halaman kosong yang
ditandai kata “LAMPIRAN” di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi
nomor. Dalam lampiran disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting
untuk skripsi, tetapi yang akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan
di bagian isi/materi skripsi.
c. Tabel
Tabel yang berukuran besar atau banyak
jumlahnya yang dirasa menganggu bila dimuat pada bagian tubuh skripsi sebaiknya
diletakan pada bagian Tabel. Bagian ini diawali dengan halaman kosong yang di
tandai kata “TABEL” di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi
nomor. Tabel merupakan alat bantu visual yang bermanfaat untuk menyajikan data
secara jelas dan menyeluruh, disamping memungkinkan perbandingan secara cepat.
Untuk itu tabel hendaknya dirancang dengan baik dan cermat, susunannya logis
dan sederhana tanpa dibubuhi data yang tidak relevan.
d. Gambar
(termasuk foto dan grafik)
Gambar yang dirasa mengganggu jika
dimuat pada bagian tubuh skripsi, mungkin karena ukuran atau formatnya tidak
sama dengan halaman-halaman yang lain atau karena jumlahnya banyak, sebaiknya
diletakkan pada bagian akhir skripsi. Bagian ini diawali halaman kosong yang
ditandai kata GAMBAR di tengah bidang pengetikan. Halaman ini tidak diberi
nomor halaman. Gambar, grafik, lukisan garis, ataupun foto hendaknya dirancang
untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap keterangan yang diberikan teks
skripsi. Sebaiknya gambar merupakan hasil cetakan dari printer, agar dapat
direproduksi dengan jelas dan baik. Dan sebaiknya pula tidak menggunakan gambar
ataupun grafik yang dibuat pada kertas milimeter.
BAB III
TEKNIK PENULISAN SKRIPSI
3.1.PERWAJAHAN
UMUM
Kertas
a. Halaman :
Kertas HVS warna putih 80 gr.
b. Halaman
penyela antar bab : Kertas Doorslah warna biru
c. Cover : - (Keputusan Kampus)
d. Ukuran : Kwarto (21,5 x 28 cm)
Huruf
a. Warna
Isi : Hitam
Cover : Kuning Emas
b. Ukuran
Huruf
Umum : 12 – 13 Point
Judul : Disesuaikan dengan kebutuhan
c. Jenis Huruf : Formal dan Normal (Time New Roman)
d. Margin
Margin
Atas : 4 cm
Margin
Kiri : 4 cm
Margin
Kanan : 3 cm
Margin
Bawah : 3 cm
3.2.PENGGUNAAN
BAHASA
a. Skripsi
ditulis dalam bahasa Indonesia ejaan yang disempurnakan dengan baik dan benar
serta mengikuti tata cara formal. Minimal ketebalan Skripsi antara 90-120
halaman (diluar Source program dan
lampiran-lampiran)
b. Bahasa
dalam penyusunan skripsi ini adalah bahasa Indonesia yang baku dengan susunan
kalimat yang lengkap (ada subjek ada predikat).
c. Kalimat-kalimat
tidak boleh menampilkan orang pertama atau orang kedua (saya, aku, kami, kita,
engkau dan lain-lainnya yang seupa), tetapi dibuat dalam bentuk pasif, misalnya
dalam Kata Pengantar, kata ‘Saya’ diganti dengan kata ‘Penulis’.
d. Istilah
yang dipakai adalah istilah Indonesia atau istilah asing yang telah di
Indonesiakan. Jika harus atau terpaksa menggunakan istilah asing hendaknya
dicetak miring atau digaris bawahi.
e. Kesalahan
yang sering terjadi seperti di bawah ini hendaknya dihindari:
1. Kata
penghubung seperti: dan, sehingga,
sedangkan tidak boleh dipakai pada awal kalimat.
2. Kata
depan misalnya: Pada, sering
dipakai tidak pada tempatnya, misalnya diletakan di depan subyek.
3. Kata
dimana, dari, daripada,
sering dipakai beulang-ulang dengan tidak tepat.
4. Awalan
Ke dan Di harus bisa
dibedakan dari kata depan ke dan di.
5. Penggunaan
tanda baca dan huruf besar sering tidak tepat.
3.3.TEKNIK
PENJILIDAN
a.
Teknik
Penomoran Halaman
1. Pada
halaman yang memuat judul dari Bab atau Kata Pengantar, Daftar Isi atau Daftar
Tabel, nomor halaman tidak dituliskan.
2. Penomoran
sebelum bagian batang tubuh skripsi (BAB I) menggunakan huruf i, ii,iii, dan
seterusnya.
3. Penomoran
setelah masuk batang tubuh (BAB I) sampai dengan bagian akhir skripsi (BAB V)
menggunakan angka biasa (1, 2, 3, 4, dan seterusnya)
4. Nomor
halaman diletakkan dibagian bawah halaman, di tengah lebar margin dan lebar
kolom.
5. Ketentuan
tentang banyaknya halaman adalah dari Bab I sampai dengan Bab V adalah minimal
90-120 halaman, dan setiap Bab harus ada pembatasnya yaitu kertas doorslah warna biru (warna akan
disesuaikan dengan ketentuan kampus pusat) dengan memakai logo kampus.
b.
Teknik
Pemberian Logo Pada Cover Luar
Diletakkan di bawah judul skripsi dan
ditengah-tengah, antara keterangan baris atas nama mahasiswa dan baris judul.
Ukuran Logo : Diameter
3cm
Warna : Kuning emas, sama dengan warna huruf
Keterangan : Nama
lembaga pendidikan, tempat dan tahun kelulusan.
Huruf : Time New Roman dalam huruf besar,
ukuran disesuaikan
Margin Bawah : 6
spasi (2,5 cm)
c.
Teknik
Pemberian Logo Pada Cover Dalam
Sema dengan halaman cover luar, tetapi
kalau pada cover dalam dicetak di atas kertas HVS putih biasa sama dengan halaman
isi, tinta warna hitam. Antara halaman cover luar dan dalam dibatasi oleh
halaman penyela dari kertas doorslah
warna biru.
3.4.SISTEM
PENOMORAN
BAB
I
...............................
1.1.(Judul
Sub-Bab)
...............................................................................................................
1.1.1. (Judul
Turunan Sub-Bab)
a. ....................................................................................................
b ....................................................................................................
1) .................................................................................................
2)
..................................................................................................
a)
................................................................................................
c) ................................................................................................
1.1.2. (Judul
Turunan Sub-Bab)
1.2.
(Judul Sub-Bab)
3.5.TEKNIK
PENULISAN BAB
a. Kata
BAB disela 2 ketukan/enter, nomornya
dalam angka romawi
b. Judul
BAB tersebut diletakan di bawah dengan jarak 2 (dua) spasi.
c. Kata-kata
BAB dan judulnya terletak ditengah kolom dan ditulis dengan huruf besar tanpa
menggunakan titik diakhir.
d. BAB
dan Judulnya diketik tebal (bold),
tanpa garis bawah (underline) dan
huruf miring (Italic).
e. Nomor
pertama sub-bab adalah nomor Bab diikuti nomor sub-bab, yang dipisahkan dengan
titik dan diakhiri dengan titik pula.
3.6.TEKNIK
PENULISAN SUB-BAB
a. Nomor
diketik di mulai dari Margin Kiri, disusul judul sub-bab dan disela satu ketuk
dari titik akhir nomor, ditulis dengan huruf kecil, namun huruf pertama dari
setiap kata ditulis dengan huruf besar.
b. Diketik
pada jarak 3 (tiga) spasi dari judul Bab.
c. Tanpa
titik pada akhir judul dan tanpa garis bawah
d. Nomor
dan judul sub-bab diketik tebal (bold)
e. Judul-judul
lain setelah sub-bab tanpa cetak tebal dan tidak perlu digaris bawah.
f. Jarak antara judul sub-bab dengan uraian 3
(tiga) spasi, jarak antara alinea adalah 2 (dua) spasi.
g. Penulisan
kalimat yang mempunyai nomor urut ditulis rata kiri vertical ke belakang tiap
nomor, diketik menjorok ke depan sesuai dengan awal alinea.
h. Kalimat
pertama pada awal tiap bab diketik menjorok ke depan, tetapi setiap kalimat
awal sebuah alinea yang lain harus diketik menjorok ke depan 2 (dua) ketuk atau
satu tab.
3.7.TEKNIK
PEMBUATAN & PENULISAN TABEL/GAMBAR/GRAFIK
a. Kata
“TABEL” atau “GAMBAR” ditulis dengan huruf besar terletak di tengah kolom,
diikuti dengan nomor urut tabel atau gambar di belakangnya.
b. Nomor
urut tabel atau gambar adalah nomor ganda yang diawali dengan angka nomor Bab,
dipisahkan dan diakhiri dengan titik. Contoh : TABEL 3.1.
c. Judul
tabel atau gambar diketik dengan huruf besar terletak ditengah kolom, dua spasi
dibawah tulisan atau kata TABEL dan nomor urut.
d. Spasi
dalam tabel cukup menggunakan 1 (satu) spasi.
e. Bila
dibutuhkan bisa menggunakan huruf dengan ukuran lebih kecil (condensed)
f. Apabila
tabel yang digunakan adalah dari sumber, maka penulisan sumbernya diletakan di
bagian kiri bawah
3.8.TEKNIK
PENULISAN KUTIPAN
a. Kutipan
yang dimuat harus sama dengan aslinya.
b. Penggunaan
Kutipan dalam bahasa asing baik kalimat maupun kata, harus dibuat dengan huruf
miring (miring).
c. Kalimat
pendek yang tidak lebih dari 3 (tiga) baris dimasukan dalam teks diketik biasa
dalam tanda petik dua. Contohnya : “.........kalimat.....”
d. Kutipan
yang panjang kalimatnya lebih dari 3 (tiga) baris diketik satu spasi dengan
mengosongkan 4 (empat) ketukan dari margin kiri tanpa menggunakan tandak petik
dua.
e. Karena
kutipan diambil dari refrensi yang
disebutkan juga dalam daftar pustaka, nama pengarang yaitu sesuai dengan nama
pertama yang ditulis dalam daftar pustaka, serta tahun terbitan, titik
dua,kemudian diikuti halaman kutipan yang diletakkan dalam kurung. Contohnya :
HM.
Jogiyanto (2012:234) menyatakan bahwa “......mencapai tujuan.”
3.9.TEKNIK
PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
1. Kata
DAFTAR PUSTAKA diketik dengan huruf tebal (bold),
terletak di tengah kolom pada jarak 9 (sembilan) spasi atau 4 cm dari tepi
atas.
2. Jarak
antar tiap pustaka adalah 2 (dua) spasi, sedangkan jarak antar kalimat dalam
satu pustaka adalah satu spasi
3. Penulisan
daftar pustaka mencakup : Nama Pengarang, yang disusun menurut abjad, tahun
terbitan, judul karanga/buku, nama kota penerbit, nama penerbit.
Semuanya dipisahkan dalam tanda titik.
Setiap kata ditulis dengan menggunakan huruf kecil tetapi huruf pertamanya
huruf besar kecuali kata penghubung.
4. Judul
karangan/buku dicetak tebal atau digaris bawahi.
5. Nama
pengarang tanpa marga dituliskan biasa saja, tetapi apabila ada nama
keluarga/nama marga maka nama keluarga/marga tersebut yang terlebih dahulu
ditulis dan berada di depan kemudian koma, baru nama kecilnya.
6. Titel/gelar akademis pengarang tidak ditulis.
Contohnya :
Nasir, Moh. (1999). Metode Penelitian.
Jakarta : Gramedia Indonesia
7. Penulisan
baris kedua tersebut dari tiap pustaka hendaknya menjorok ke depan 5 (lima)
ketuk.
Kideder Louise. (1999).
Research Methods Instrument Social Realtion.
London :McGraw Hill Publishing
8. Bacaan
bersumber dari artikel yang dimuat jurnal, majalan, koran dan lain sebagainya,
judulnya cukup ditulis biasa saja, diikuti nama jurnal yang dicetak tebal atau
digaris bawahi.
9. Untuk artikel disebutkan halaman pada
jurnal/majalah setelah nomor edisi. Contohnya :
Feldman,
E.C. (2011). The Teacher as Model Critics. Journal of Acsthetical
Education. 7,50-60.
Bernstein,
P.A.and D.W. Shipman, D.W. (2014). The Correctness of Consurrency
Control Mechanism in a System for
Distribted Database.” ACM Trans
on Database System,
5.101-110.
Kuttner,
Bob. (2011). The Declining Middle.
Atlantic Monthly July, 115-120.
10. Penulisan
sumber karangan yang ditulis oleh penulis yang sama dengan yang di atasnya
cukup dengan membubuhkan garis horizontal sejajar di bawah nama yang telah
dicantumkan. Contohnya :
Indrawati,
S. (2014). The Performance or Indonesia State Owned Enterprises.
Unpublished Papaer Presented at World
Bank Seminar on Dereg-
ation Jakarta.
---------------.
(2015). Macro and Micro Adjusment to Sustain High Economic.
Growth. Paper Presented at
Indonesia Update. Australia National
University, Canberra.
11. Juka
sumber-sumber yang ditulis pengarang yang sama diterbitkan dalam tahun yang
sama, maka data tahun penerbitan diikuti lambang a,b,c yang urutannya
ditentukan secara kronologis berdasarkan tanggal atau bulan penerbitan, atau
berdasarkan abjad judul karangan masing-masing jika keterangan saat yang tepat
penerbitannya tidak diketahui. Contohnya :
Stewart,
GA. (1997a). A Note on The Perturbation of Singular Values. Lin. Alg
and
Its Appl., 28, 213-218.
--------------.
(1997b). Perturbation Bounds for The Definite Generalized Eigen
Problem.
J.Inst.Math.Appl., 24, 201-210
12. Bila
pengarang terdiri dari 2 (dua) orang maka kedua nama ditulis sesuai dengan
peraturan yang telah disebutkan, namun harus dipisahkan dengan kata ‘dan’ atau ‘and’.
Contohnya :
Boyer,
R. and Daniel, D. (1999). State Against Market : The Globalization.
London
& New York : Routledge.
13. Apabila
pengarang lebih dari 2 (dua) orang maka cukup dituliskan ‘dkk’ atau ‘et al’
setelah pengarang pertama.
14. Bila
sebuah buku dikarang tetapi hanya diedit, maka nomor editordisebutkan seperti
biasa. Hanya pada bagian belakang nama dalam kurung ditulis kata ‘Ed’.
15. Bila
ingin mencantumkan salah satu karangan dari kumpulan karangan yang diedit, maka
nama pengarang dicetak di depan. Diikuti judul karangan dalam tanda kutip,
kemudian tanda kata ‘dalam’ atau ‘In’, dan nama editor yang disertai kata ‘Ed’
dalam kurung, dan di belakangnya barulah judul buku. Untuk model ini harus
disertakan halaman karangan tersebut setelah tahun terbitan. Contohnya :
Saroyan,
William. (2015). My Name Is Saroyan Ed. James H. Tasjian
New
York: Coward-McCann.
Pengarang
tidak dikenal. Jika sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama
penulis ataupun editor,maka acuannya menggunakan nama tim penyusun, nama
penerbit, ataupun lembaga yang menerbbitkan. Contohnya :
Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1999). Pedoman Umum Ejaan
Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.
Jakarta: P.N. Balai Pustaka
Tim
Penelaah Bidang Pengetahuan Alam. (1999). Tinjauan tentang perairan
Indonesia bagian Timur untuk
mendasari pemilihan lokasi stasiun penelitian
Laut. Jakarta: Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia.
Anonymaous,
M.D.(1997). The Healers. New York: Putnam.
Time. (2011).
Coping with Nature. hal.10-11
16. Perangkat Lunak Komputer
Jika
sumber informasi berupa manual perangkat lunak, maka pencantumannya dalam
daftar pustaka dituliskan sebagai berikut:
Kusmiak, Gene. (2015). Bank Street
Writer Perangkat Lunak dan Manual. San
Rafael, CA: Brodenbund,. IBM, 64k, 1.1
or 2.0.
17. Judul
dalam Judul
Jika sumber informasi berupa karangan ilmiah yang dimuat dalam
suatu himpunan karangan, makaacuan mencantumkan nama penulis yang karangannya
digunakan, disertai dengan karangan lengkap mengenai himpunan karangan yang
menjadi asal acuan tersebut. Contohnya :
Sukardjo,
Atika. (2015). Pengaruh Lingkungan Keluarga Pada Perkembangan
Anak.
Studi Dalam: Perkembangan Anak di
Indonesia, Jakarta: Balai
Cipta.
Catatan: Penulisan kata ‘Dalam’ dicetak
miring (dengan pengolah kata) dan diikuti tanda baca titik dua
18. Terjemahan
Jika sumber informasi berupa karya
terjemahan, maka pencantumannya dalam daftar acuan dituliskan sebagi berikut.
Contohnya:
Mitchell,
A.R. and Griffiths, D.F (2009). Metoda Beda Hingga untuk persamaan
Diffrensial
Parsial Terjemahan: T. Basaruddin. (2012). Jakata: Pusat Antar
Universitas
Ilmu Komputer STMIK TrgGuna Utama.
19. Sumber
Pustaka yang tidak diterbitkan. Misalnya Pidato Ilmiah, Skripsi, Makalah, dan
lain sebagainya. Maka penulisannya sebagai berikut:
Yahya.
(2015). Analisa dan Perancangan Sistem Informasi Penerimaan Siswa
Baru
Di SMA 01 Tangerang. Skripsi Sarjana. Tangerang: STMIK Triguna
Utama.
20. Sumber
dari Internet maka penulisannya adalah nama belakang penulis, nama depan.
Judul. Judul karya tidak digaris bawahi.
Tersedia: alamat di internet [tinggal
akses]
Contohnya:
Rahman, Hadi. 2015. Analisa Sistem
Informasi Management. Tersedia: www.jsi.co.id/annual_report/ar2014_08_financialanalysis.pdf
3.10.
TATA
NAMA DALAM SISTEM PENGACUAN (Daftar Pustaka)
Sebagaiman tampak dalam contoh di atas,
dalam daftar acuan nama penulis dibuat dengan mencantumkan nama keluarga atau
nama terakhir terlebih dahulu, diikuti huruf pertama nama kecilnya (initail).
Di bawah adalah contoh-contohnya :
1. Sebutan
Sr. (Senior) atau Jr. (Junior) dan urutan keturunan dicantumkan sesudah nama
pengarang. Contohnya:
Talmadge
E. King Jr. Menjadi King Jr., T.E.
Ira
Raymond Edwars III Menjadi Edwars III, I.R.
2. Nama
yang dimulai dengan Mc, St., Ste. diletakan pada urutan nama dengan ejaan Mac,
Saint, Sainte,. Contohnya:
MacMillan,
J. [dalam abjad M] Mendahului McGuiness, D.
3. Nama
ganda ditulis berdasarkan nama pertamanya. Contohnya:
Aab-Abdur
Rohman Menjadi Abdul-Rohman, A.
Steven-Erik
Larson Menjadi Larson,S.-E.
4. Nama
spanyol, yang mencantumkan nama ayah dam ibu dengan penanda positif y
dituliskan sebagai berikut:
Juan
Perez y Fernandez Menjadi Perez y Fernandez, J.
5. Nama
dengan prefiks dituliskan berdasarkan prefiksnya (biasanya nama Inggris,
Italia, Prancis, Spanyol). Contohnya:
J.
E De Vries Menjadi De Vries, J. E.
M.
Du Prada Menjadi Du Prada, M.
M.
JO’Connor Menjadi O’Connor, M.J.
D.
D Van Slyke Menjadi Van Slyke, D.D.
6. Nama-nama
Belgia, Belanda, Jerman, Swedia disusun berdasarkan nama, buka prefiks.
Contohnya:
A.
von Bayer Menjadi Bayer, A.von
H.
J. den Hertog Menjadi Hertog, H.J. den
J.
H. van’t Hoff Menjadi Hoff, J.H. van’t
C.
zu Stolberg Menjadi Stolberg, C. zu
7. Nama
Cina ditulis berdasarkan nama keluarga. Contohnya:
Gan
Koen Han Menjadi Gan, K.H.
Lie-Injo
Luan Eng Menjadi Lie-Injo, L.E.
8. Nama
India(dengan das), Arab, dan yahudi (el, ibn, abdel, ben). Contohnya:
J.
Ben Barak Menjadi Ben Barak, J.
K.
K. Das Gupta Menjadi Das Gupta, K.K.
A.
El Gafar Menjadi El Gafar, A.
M.
Ibn Saud Menjadi Ibn Saud, M.
9. Nama
Indonesia berdasarkan nama keluarga atau yang dianggap sebagai penggantinya.
Contohnya:
M.
Lubis Menjadi Lubis, M.
N.
Sutan Iskandar Menjadi Iskandar, N.St. [untuk Sutan]
Boen
S. Oemarjati Menjadi Oemarjati, B.S.
3.11.
TATA
NAMA UNTUK LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Bagi
setiap lampiran hendaknya di sudut kanan atas dituliskan kata ‘Lampiran’
diikuti dengan nomor lampiran (gunakan nomor 1, 2, 3, dst).
2. Jarak
peletakan kata ‘Lampiran’ tersebut tidak begitu mengikuti karena lampiran bisa
berupa fotocopy berkas yang otentik sehingga akan terjadi kesulitan mengatur.
3. Lampiran
yang diketik sendiri harus disesuaikan dengan tata cara penulisan yang
disebutkan, tetapi cukup diketik 1 (satu) spasi.
4. Halaman
pada lampiran tidak perlu mengikuti nomor halaman setelah daftar pustaka,
tetapi tidak diberi halaman atau memakai nomor halaman sendiri sesuai
kebutuhan.
BAB
IV
FORMAT
PENYUSUANAN SKRIPSI
4.1.
BAB I PENDAHULUAN
10% s/d 15%
Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
4.1.1.
Sub-Bab 1.1 Latar Belakang Masalah
Penjelasan
Isi Dari Latar Belakang Masalah : Memberikan gambaran atau penjelasan tentang keadaan atau situasi yang
mendorong atau menyebabkan timbulnya atau munculnya masalah yang hendak
diteliti. Didalamnya termasuk alasan penelitian pengambilan judul tersebut.
Pada akhir kalimat harus dijelaskan Skripsi Statment yang merupakan pernyataan
hasil penelitian.
4.1.2.
Sub-Bab 1.2. Perumusan Masalah
Penjelasan Isi Dari Perumusan
Masalah: Perumusan
masalah dapat terdiri dari dua bagian, yaitu :
a.
Permasalahan
Pokok dan Perincian Masalah : Permasalahan adalah pernyataan (Problem statement) yang tepat, akurat
dan jelas tentang suatu konsep atau hubungan antar konsep yang sesuai dari
suatu situasi problematic tertentu yang diungkapkan dalam latar belakang
masalah dan dikaitkan dengan objek penelitian.
b.
Rincian
permasalahan dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat tanya (Research Quaetion) untuk dicari jawabannya melalui penelitian
tersebut.
4.1.3.
Sub-Bab 1.3. Ruang Lingkup dan Batasan
Masalah
Penjelasan Isi Dari Ruang Lingkup
dan Batasan Masalah: Ruang
lingkup penelitian yang memberikan batasan cakupan isi skripsi, dapat bersifat
optimal karena batasan tersebut mungkin sudah termuat dalam permasalahan.
4.1.4.
Sub-Bab 1.4. Tujuan Penelitian
Penjelasan
Isi Dari Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian harus runtun atau terarah dengan permasalahan maupun
persoalan penelitian. Tujuan penelitian merupakan indikasi kearah mana atau
informasi apa yang harus dicapai dalam penelitian tersebut. Tujuan penelitian
harus dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang dapat diamati (Obsevable) dan dapat diukur(Measurable)
4.1.5.
Sub-Bab 1.5. Manfaat Penelitaian
a. Bagi Perusahaan/Organisasi
b. Bagi Penulis
c. Bagi Kampus (Alamamater)
Penjelasan
Isi Dari Manfaat Penelitian: Manfaat penelitian
menguraikan mengapa masalah yang diteliti itu penting, dan apa saja kegunaan
hasil dari penelitian itu nantinya, baik bagi si penulis, pengembangan institusi,
kepentingan disiplin ilmu pengetahuan maupun masyarakat.
4.1.6.
Sub-Bab 1.6. Metodologi Penelitian
4.1.7. Sub-Bab 1.6.1. Metode Pengumpulan Data
a.
Observasi
b.
Wawancara
c.
Studi pustaka
4.1.8. Sub-Bab
1.6.2. Metode Analisa Data
a.
Identifikasi/Perumusan
b.
Mengevaluasi
c.
Kesimpulan
4.1.9. Sub-Bab
1.6.3. Metode Perancangan
a. Input
design
b. Output
design
c. Database
design
d. User
interface desaign
4.1.10.
Sub-Bab 1.7. Hipotesa (Hasil Yang Diharapkan Apabila Penelitian
Yang Dilakukan Bersifat Deskriptif)
4.1.11.
Sub-Bab 1.8. Sistematika Penulisan
Isinya meliputi topik
dari bab dan sub-bab yang akan dibahas, terdiri dari :
BAB I PENDAHULUAN
BAB II LANDASAN
TEORI: Menguraikan
landasan atau dasar teori (tinjauan
pustaka) terhadap pembahasan dalam penelitian dan penyusunan skripsi.
BAB
III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
BAB IV RANCANGAN
SISTEM YANG DIUSULKAN
BAB V PENUTUP: Bab ini berisi tentang kesimpulan mengenai pembahasan
bab-bab terdahulu dan saran-saran yang terkait pokok pembahasan demi
pengembangan penulisan atau penelitian.
Catatan
: Apabila dianggap perlu dalam BAB I ini dapat ditambahkan dan disebutkan
hambatan-hambatan yang dialami selama dan dalam melaksanakan penelitian (Namun harus bersifat logis).
4.2. BAB II LANDASAN TEORI
20% s/d 25% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan Isi Dari Landasan Teori:
Landasan
teori harus memberikan penjelasan
kerangka dasar teori yang kuat terhadap penelitian tersebut, beserta tinjauan
hasil-hasil penelitian lain yang pernah dilakukan oleh orang lain yang
berkaitan dengan masalah yang diteliti. Landasan terori disusun berdasarkan
kebutuhan untuk menjawab permasalahan atau persoalan yang dalam penelitian.
Penalaran terhadap konsep-konsep berserta hubungan antar konsep yang dapat
dilihat pada permasalahan maupun persoalan penelitian, yang diuraikan sesuai
dengan teori-teori atau hasil-hasil penelitian yang sudah ada sehingga memberikan
kerangka pikir yang dapat mengantar kepada kesimpulan sementara berupa
dalil-dalil atau hipotesa (untuk hipotesa
apabila digunakan).
Dengan
demikian dalam landasan teori dapat dimuat :
- Tinjauan
Pustaka : Menjelaskan teori-teori dan hasil-hasil penelitian lain untuk
mendukung pemahaman dan penalaran konsep-konsep yang digunakan berserta
hubungan-hubungannya.
- Kerangka
Kerja Teori : Menunjukan bagaimana penalaran terhadap konsep-konsep yang
digunakan berserta hubungannya sesuai dengan teori.
Gambaran
secara umum landasan teori meliputi :
- Teori
Umum: Memberikan penjelasan kerangka dasar teroritis yang kuat terhadap
penelitian tersebut. Teori secara umum disusun berdasarkan kebutuhan untuk menjawab
permasalahan atau persoalan yang akan diteliti.
- Teori
Secara Khusus: Penalaran terhadap konsep-konsep beserta hubungan antar konsep
yang dapat dilihat pada permasalahan atau persoalan dalam penelitian dan
diuraikan dengan dasar teori atau hasil penelitian sebelumnya.
4.2.1
Sub-Bab
2.1. Sistem dan Informasi
4.2.2
Sub-Bab
2.1.2. Pengertian Sistem
4.2.3
Sub-Bab
2.1.3. Pengertian Informasi
4.2.4.
Sub-Bab
2.1.4. Pengertian Sistem Informasi
4.2.5. Sub-Bab 2.2. Pengertian Sistem
Informasi Manajemen
4.2.6.
Sub-Bab
2.3. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi (Apabila
membahas tentang atau yang berhubungan dengan siklus akuntansi/keuangan)
4.2.7.
Sub-Bab
2.4. Pengertian Sistem Pakar (Apabila
membahas tentang atau yang berhubungan dengan sistem pakar)
4.2.8.
Sub-Bab
2.5. Analisa Sistem dan Perancangan
Sistem
4.2.9. Sub-Bab
2.5.1 Pengertian Analisa Sistem
4.2.10.
Sub-Bab 2.5.2. Pengertian Perancangan Sistem
4.2.11. Sub-Bab 2.6. Teori Khusus Dari Masing-Masing Pembahasan/Judul (Misalnya Teori Tentang Penjualan, Pembelian dsb)
4.2.12.
Sub-Bab 2.7. Alat – Alat Perancangan Sistem
4.2.13. Sub-Bab 2.7.1 Bagan Alir (Flow Chart)
4.2.14. Sub-Bab 2.7.2. Diagram Alir Data (DAD) / Data
Flow Diagram (DFD)
4.2.15.
Sub-Bab 2.8. Kamus Data
4.2.16.
Sub-Bab 2.9. Diagram Hubungan Entitas (Entity Relationship diagram)
4.2.17.
Sub-Bab 2.10. Normalisasi
4.2.18.
Sub-Bab 2.11. Basis Data Atau Database (Pengertian DataBase secara umum)
4.2.19.
Sub-Bab 2.12. Basis Data Atau Database (Teori Khusus Mengenai atau pengertian
Database Contohnya Tentang Mengenai atau Teori Microsoft Acces)
4.2.20.
Sub-Bab 2.13. Bagan Terstruktur
4.2.21.
Sub-Bab 2.14. Pengertian Pseudocode
4.2.22.
Sub-Bab 2.15. Teori Khusus Tentang Pembahasan/Software Program Aplikasi Yang Akan Digunakan (Sesuai dengan masing-masing program aplikasi yang digunakan)
4.3.
BAB III ANALISA SISTEM YANG BERJALAN
25% s/d 30% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
4.3.1. Sub-Bab 3.1. Gambaran Umum atau
Sejarah (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
Penjelasan
Isi Dari Gambaran Umum atau Sejarah : Berisi tentang
sejarah mengenai perkembangan (Perusahaan/Instansi/Lembaga) dari mulai berdiri
sampai keadaan sekarang. Apabila terdapat bagian atau entiti lain yang akan
menjadi penelitian maka harus diceritakan pula perkembangannya.
4.3.2.
Sub-Bab
3.2. Visi dan Misi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.3.
Sub-Bab
3.2.1 Visi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.4. Sub-Bab 3.2.2. Misi (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.5. Sub-Bab 3.3. Motto (Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.6. Sub-Bab 3.4. Tujuan ( Perusahaan/Instansi/Lembaga)
Penjelasan
Isi Dari Gambaran Visi, Misi,Motto dan Tujuan: Program
kegiatan usaha (Baik laba/nirlaba) Harus
disesuaikan dengan Visi, Misi, Motto dan Tujuan (Perusahaan/Instansi/Lembaga). Agar Program kegiatan usaha dapat
berhasil maka dibentuk tim para ahli pemikir (Management).
4.3.7.
Sub-Bab
3.5. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
4.3.8.
Sub-Bab
3.5.1. Struktur Organisasi ( Perusahaan/Instansi/Lembaga)
4.3.9. Sub-Bab 3.5.2. Uraian Tugas (Tugas, Peran, Wewenang, Hak & Kewajiban
Setiap Elemen Yang Ada Dalam Struktur Organisasi)
Penjelasan
Isi Dari Struktur Organisasi & Uraian Tugas: Struktur
organisasi disesuaikan dengan Job
Description dengan bidangnya masing-masing.
4.3.10 Sub-Bab 3.6. Tata Laksana Sistem
Yang Berjalan
Menguraikan
tentang tata laksana sistem yang sedang berjalan mengenai permasalahan yang
akan menjadi pembahasan pada penelitian atau penulisan skripsi. Di dalam tata
laksana sistem yang sedang berjalan diuraikan pula gambaran secara umum atau
rinci semua element yang terkait.
4.3.11.
Sub-Bab 3.7. Bagan Alir (Flowchart) Sistem Yang Berjalan
4.3.12.
Sub-Bab 3.8. Diagram Alir Data (DAD) Sistem
Yang Berjalan, Terdiri dari :
a.
Diagram
Konteks
b.
Diagram
Nol (Overview)
4.3.13.
Sub-Bab 3.9. Masalah Yang Terjadi
4.3.14.
Sub-Bab 3.10. Alternatif Pemecahan Masalah
4.4. BAB IV RANCANGAN SISTEM YANG DIUSULKAN
40% s/d 45% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan
Isi Dari Rancangan Sistem Yang Diusulkan : Bab
ini berisi tentang pembahasan alternatif pemecahan masalah dengan usulan
rancangan sistem yang baru.
4.4.1. Sub-Bab 4.1. Prosedur Sistem (Membahas Secara Rinci Point-Point Rancangan
Yang Akan Diusulkan)
4.4.2. Sub-Bab 4.2. Diagram Alir Data
(DAD)
4.4.3. Sub-Bab 4.2.1. Diagram Konteks
4.4.4.
Sub-Bab
4.2.2. Diagram Nol
4.4.5. Sub-Bab 4.2.3. Diagram Rinci, Terdiri dari:
a. Diagram
Rinci Proses 1.0
b. Diagram
Rinci Proses 2.0
c. Diagram
Rinci Proses 3.0
d. Sampai Diagram Rinci Proses Level-n
4.4.6. Sub-Bab 4.3. Perancangan Sistem
Basis Data
4.4.7. Sub-Bab 4.4. Kamus Data
a. Kamus Data Aliran Data Masukan (Input)
b. Kamus Data Aliran Data keluaran (output)
Isi kamus data untuk aliran data masukan dan keluaran meliputi :
a.
Nama Arus Data :
-
b.
Alias :
-
c.
Bentuk Data :
-
d.
Arus Data :
-
e.
Volume :
-
f.
Penjelasan : -
g.
Struktur Data :
-
c. Kamus Data dari data store
Sedangkan untuk isi kamus data dari
data store meliputi :
a.
Nama Arus Data : -
b.
Alias :
-
c.
Penjelasan :
-
d.
Struktur Data :
-
4.4.8. Sub-Bab 4.5. Diagram Hubungan Entitas (ERD)
4.4.9. Sub-Bab 4.6. Normalisasi
a. Bentuk
Tidak Normal
b. Bentuk
Normal Pertama
c. Bentuk
Normal Kedua
d. Bentuk
Normal Ketiga
e. Sampai
Bentuk Normal Ke-n
4.4.10.
Sub-Bab 4.7. Spesifikasi File
Isi spesifikasi file meliputi :
Nama File : -
Organisasi : -
Panjang Record : -
Primary Key : -
Dan diuraikan kembali dalam bentuk
tabel (Seperti contoh berikut atau sesuai dengan menu program aplikasi database
yang digunakan)
|
Nama Field
|
Type
|
Panjang
|
Keterangan
|
|
|
|
|
|
4.4.11.
Sub-Bab 4.8. Transformasi Model Data (Atau Relasi antar data)
4.4.12.
Sub-Bab 4.9. Perancangan Proses (Structure Chart)
4.4.13. Sub-Bab 4.10 Bagan Terstruktur (Disesuaikan
dengan tampilan menu yang dirancang)
1.
Bagan Terstruktur Menu Utama
2. Bagan
Terstruktur Menu File
3. Bagan
Terstruktur Menu Master
4. Bagan
Terstruktur Menu Transaksi
5.
Bagan Terstruktur Menu Laporan
6. Bagan
Terstruktur Menu Utility
4.4.14. Sub-Bab 4.11. Spesifikasi Proses/Spesifikasi
Modul (Pseuducode)
Bagan terstruktur menggambarkan sistem dalam bentuk modul
dan sub modul. Modul-modul yang telah di ilustrasikan dalam bagan terstruktur,
selanjutnya dijabarkan dalam bentuk pseudecode untuk
memudahkan dan mengimplementasikan rancangan modul kedalam bahasa pemograman
yang dipilih.
4.4.15.
Sub-Bab 4.12. Rancangan Masukan (Input)
4.4.16. Sub-Bab 4.13. Rancangan Form/Dokumen/Formulir
yang digunakan sebagai input data.
a. Form/Dokumen
Inputan Usulan Penambahan Form/Dokumen (Apabila
ada penambahan form/dokumen dari form/dokumen yang sudah ada atau sistem
sebelumnya)
b. Form/Dokumen
Inputan Usulan Perubahan Form/Dokumen (Apabila
ada perubahan form/dokumen dari form/dokumen yang sudah ada atau sistem
sebelumnya)
4.4.17. Sub-Bab 4.14. Rancangan Layar Input/Desain
Tampilan Layar
4.4.18.
Sub-Bab 4.15. Rancangan Keluaran (Output)
4.4.19.
Sub-Bab 4.15.1. Laporan (Tampilan Dalam Bentuk
Hardcopy/PrintOut)
4.4.20.
Sub-bab 4.15.2. Data Hasil Olahan Dari Suatu
Sistem (Tampilan Output
Sistem atau Bentuk yang tampil dilayar)
4.4.21.
Sub-Bab 4.16. Rencana Implementasi
4.4.22. Sub-Bab 4.16.1 Tata Laksana Sistem yang
diusulkan
Menguraikan tentang gambaran bagaimana
sistem yang diusulkan bisa berjalan sesuai harapan atau keinginan, serta
memberikan gambaran secara umum tentang kebutuhan sistem perngkat yang
digunakan, antara lain mengenai rincian :
1. Kebutuhan
perangkat keras (Hardware) yang diusulkan
atau digunakan.
2. Perangkat Lunak (Software) yang digunakan.
4.4.23. Sub-Bab 4.16.2. Jadwal Implementasi Sistem
Menerangkan serta menyusun
langkah-langkah penjadwalan kegiatan yang akan dilakukan dalam sistem tersebut
(Menyusun waktu yang dibutuhkan untuk
merancang sebuah sistem yang diusulan atau Jadwal Kegiatan). Mulai dari :
a. Persiapan
Data Awal
b. Analisis
Sistem
c. Desain
Sistem
d. Pembuatan
Program
e. Mengetes/Testing
Program
f. Pembuatan
Buku Petunjuk (Manual Book)
g. Pelatihan
h. Test
Sistem
i. Peralihan
sistem
j. Evaluasi
dan Operasional
k.
Maintenance
Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat contoh jadwal implementasi sistem di bawah ini:

4.5.
BAB V
PENUTUP
5% s/d 10% Dari Jumlah Halaman Penyusunan Skripsi
Penjelasan
Isi Dari Penutup : Dari pembahasan
akan mengantar kepada generalisasi hasil penelitian yang secara ringkas dapat
disampaikan pada BAB V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dan saran-saran.
4.5.1.
Sub-Bab 5.1. Kesimpulan
Penjelasan
Isi Dari Kesimpulan: Pada bagian kesimpulan hanya
dijelaskan hasil penelitian yang diperlukan untuk menjawab permasalahan dalam
sistem yang diteliti. Suatu kesimpulan harus dinyatakan dengan tegas dan
didukung oleh argumentasi serta dasar teoritis dan hasil penelitian-penelitian
sebelumnya.
4.5.2.
Saran-Saran
Penjelasan
Isi Dari Saran-Saran: Pada bagian saran-saran diungkapkan
usulan maupun implikasi yang dapat diambil dari studi yang dilakukan, baik yang
berhubungan dengan kelanjutan penelitian (jika
dimungkinkan), kebijakan-kebijakan atau khasanah keilmuan yang ada.
DAFTAR
PUSTAKA
-
Sort by Abjad (Urutan dengan abjad)
-
Tahun Terbit minimal atau tidak melebihi
5 tahun terakhir
Penjelasan Isi Dari
Daftar Pustaka :
Semua
karangan/dokumen yang diacu atau dikutip dan tercantum dalam badan atau isi
skripsi, baik berupa buku-buku, hasil-hasil
penelitian, laporan-laporan, jurnal, artikel dan lain sebagainya harus
dilaporan atau ditulis atau dicantumkan secara rinci dalam daftar pustaka.
LAMPIRAN-
LAMPIRAN
Berisi :
-
Gambar atau tabel yang sekiranya perlu
disimpan dalam lampiran.
-
Koding Program (Source Code) Harus Dilampirkan.
Penjelasan Isi Dari
Lampiran-Lampiran: Bahan atau lembaran yang
dilampirkan adalah yang benar-benar penting dan berkaitan atau bertalian erat
dengan permasalahan pembahasan penelitian (Skripsi) namun tetapi tidak tepat
apabila disisipkan di dalam bagian batang tubuh skripsi. Contohnya daftar
pertanyaan (kuisioner). Lampiran yang
hanya bertujuan untuk mempertebal skripsi tidak diperkenankan. Bila penelitian
dilakukan di tempat yang membutuhkan ijin resmi maka salinan dari ijin yang
diberikan oleh pihak terkait di masukan sebagai lampiran dari
pertanggungjawaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar